- Tekanan ekspektasi, ketika liburan sering dibayangkan sebagai waktu yang sempurna, padahal realitanya bisa berbeda.
- Perubahan rutinitas, jadwal yang berubah drastis dapat membuat tubuh dan pikiran sulit menyesuaikan diri.
- Kesepian atau rasa kehilangan, liburan bisa menjadi pengingat akan kerinduan terhadap orang yang sudah tiada atau berada jauh.
- Stres finansial dan sosial, persiapan liburan, pemberian hadiah, dan pertemuan keluarga dapat memicu kecemasan.
Walaupun holiday blues merupakan respons yang umum, ada berbagai strategi yang dapat membantu meredakan perasaan ini, seperti:
1. Atur Ekspektasi Secara Realistis
Menetapkan harapan yang realistis dapat membantu mengurangi tekanan. Ketahui bahwa tidak semua momen liburan akan sempurna, dan hal tersebut wajar.
2. Jaga Rutinitas Sehat
Aktivitas dasar seperti tidur yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, dan olahraga ringan dapat membantu menstabilkan suasana hati dan energi.
3. Terhubung dengan Orang yang Mendukung
Berbagi perasaan dengan teman dekat atau keluarga yang memahami dapat memberi ruang untuk merasa didengar, bukan sekadar terlihat bahagia.
4. Sisihkan Waktu untuk Diri Sendiri
Walaupun musim liburan identik dengan keramaian, memberi waktu untuk diri sendiri dapat membantu meredakan ketegangan.
(Rani Hardjanti)