JAKARTA - Musim liburan sering kali dipenuhi kebahagiaan dan perayaan yang meriah. Namun, ada istilah yang dikenal dengan holiday blues.
Kondisi ini adalah saat perasaan sedih atau mood rendah muncul di momen liburan. Holiday blues bisa membuat seseorang merasa lebih lelah, cemas, gelisah, atau tidak bersemangat, meskipun semua orang di sekitarnya tampak bersenang-senang.
Dilansir dari Verywell Mind, Minggu (4/1/2025), perasaan ini bukan gangguan mental serius. Namun, dampaknya tetap dapat terasa pada kualitas hidup seseorang selama liburan.
Holiday blues bukan diagnosis klinis, melainkan reaksi emosional yang normal terhadap tekanan selama musim liburan. Perasaan ini bisa dirasakan oleh siapa saja, baik orang yang biasanya stabil secara emosional maupun mereka yang memiliki latar belakang kecemasan atau depresi.
Perasaan ini sering muncul karena beragam alasan, seperti tekanan sosial, tingginya ekspektasi, perubahan rutinitas, hingga rasa kehilangan atau kesepian yang semakin terasa saat momen perayaan tiba. Ada beberapa gejala yang dapat muncul, misalnya perasaan sedih atau murung tanpa alasan yang jelas, kecemasan atau rasa tegang yang meningkat, rasa lelah atau lesu sepanjang hari, perubahan nafsu makan, hingga merasa tidak berenergi.
Beberapa faktor yang sering disebut sebagai penyebab holiday blues, antara lain:
- Tekanan ekspektasi, ketika liburan sering dibayangkan sebagai waktu yang sempurna, padahal realitanya bisa berbeda.
- Perubahan rutinitas, jadwal yang berubah drastis dapat membuat tubuh dan pikiran sulit menyesuaikan diri.
- Kesepian atau rasa kehilangan, liburan bisa menjadi pengingat akan kerinduan terhadap orang yang sudah tiada atau berada jauh.
- Stres finansial dan sosial, persiapan liburan, pemberian hadiah, dan pertemuan keluarga dapat memicu kecemasan.
Walaupun holiday blues merupakan respons yang umum, ada berbagai strategi yang dapat membantu meredakan perasaan ini, seperti:
1. Atur Ekspektasi Secara Realistis
Menetapkan harapan yang realistis dapat membantu mengurangi tekanan. Ketahui bahwa tidak semua momen liburan akan sempurna, dan hal tersebut wajar.
2. Jaga Rutinitas Sehat
Aktivitas dasar seperti tidur yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, dan olahraga ringan dapat membantu menstabilkan suasana hati dan energi.
3. Terhubung dengan Orang yang Mendukung
Berbagi perasaan dengan teman dekat atau keluarga yang memahami dapat memberi ruang untuk merasa didengar, bukan sekadar terlihat bahagia.
4. Sisihkan Waktu untuk Diri Sendiri
Walaupun musim liburan identik dengan keramaian, memberi waktu untuk diri sendiri dapat membantu meredakan ketegangan.
(Rani Hardjanti)