JAKARTA – Apa itu holiday heart syndrome yang wajib diwaspadai saat liburan? Sindrom jantung liburan (holiday heart syndrome) adalah kondisi dengan irama jantung abnormal jangka pendek (aritmia). Hal ini terjadi setelah mengonsumsi minuman beralkohol. Alkohol dapat menyebabkan fibrilasi atrium (AFib) selama satu atau dua hari setelah Anda berhenti minum.
Melansir my.clevelandclinic, para peneliti memberi nama sindrom ini ketika mereka melihat lebih banyak kasus AFib yang terkait dengan penggunaan alkohol pada bulan Desember dan Januari.
Alkohol dapat merusak otot jantung dan memengaruhi seberapa baik jantung bekerja. Alkohol juga membuat Anda lebih sering buang air kecil, yang menghilangkan elektrolit dari tubuh Anda. Jantung membutuhkan jumlah elektrolit yang tepat agar dapat bekerja dengan baik.
Gejala jantung saat liburan
Gejala jantung saat liburan mungkin meliputi:
Penyebab penyakit jantung saat liburan
Beberapa hal yang berkaitan dengan liburan berkontribusi pada perkembangan kondisi ini, seperti:
Anda bisa terkena sindrom jantung saat liburan meskipun masih muda dan tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Namun, risiko fibrilasi atrium (AFib) akibat konsumsi alkohol akan meningkat jika Anda:
Anda dapat mengurangi risiko sindrom jantung saat liburan dengan tidak mengonsumsi minuman beralkohol. Mengelola kondisi medis yang dimiliki juga membantu menurunkan risiko tersebut.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)