JAKARTA - Karakter anak yang cenderung defensif, minim empati, suka menyalahkan orang lain dan maunya selalu dipuji bisa jadi merupakan ciri utama anak tersebut memiliki kecenderungan narsistik.
Menurut Psikolog - Mental Health Educator, Ayan Kirma kepribadian narsistik memiliki banyak faktor. Salah satunya adalah pola asuh yang tidak tepat.
Menurut Ayan Kirma, banyak dari mereka tumbuh dalam pengalaman yang sekilas terlihat biasa saja tapi sebenarnya membentuk pola pikir dan penghayatan bahwa untuk diterima, mereka merasa harus terus membuktikan diri, meraih perhatian, dan menyembunyikan setiap kesalahan.
Padahal setiap anak butuh unconditional positive regard, rasa dicintai dan diterima tanpa syarat. Ketika cinta yang mereka terima terasa bersyarat (hanya saat mereka sukses, patuh, atau menyenangkan), mereka belajar bahwa untuk dicintai, mereka harus "jadi sesuatu".
Ia pun membagikan 10 cara agar anak terhindar dari perilaku Narsistik.
1. Cintai Tanpa Syarat
2. Beri Batasan, Bukan Dimanja
3. Jadi Tempat Pulang yang Nyaman
4. Hargai Proses Bukan Hasil
5. Jangan memuji secara berlebihan
6. Anak anak dialog, jangan cuma satu arah dan dinasehati
7. Batasi paparan pada buadaya pamer
8. Jika anak sedih, validasi perasaannya, bukan dramanya
9. Tunjukan contoh rendah hati
10. Jaga kesehatan emosional diri sendiri
Inilah yang bisa menjadi bibit dari narsisme atau pencitraan berlebihan, sulit mengakui kelemahan, dan selalu butuh validasi dari luar.
(Khafid Mardiyansyah)