KULIAH jurusan fashion selama ini lebih diidentikan dengan goals profesi fashion designer alias perancang busana. Namun, rupanya dunia mode lebih luas dari itu.
Tak melulu menjadi fashion designer atau meluncurkan karya busana, banyak juga yang memilih kuliah fashion untuk bisa berkarir di bisnis industri kreatif.
Ya, fashion dan industri kreatif merupakan dua hal yang saling berkaitan. Misalnya, Gabriela Aziya Wardhana. Mahasiswi semester akhir di Esmod Jakarta ini memilih program studi International Fashion Business untuk bisa mewujudkan impiannya untuk membuat brand produk kreatifnya sendiri.
Ia mengatakan, bisnis fashion sendiri cukup luas dan memiliki peluang yang tinggi. Tak melulu karya busana, karya kreatif lainnya menurutnya juga tak kalah berpeluang tinggi.
"Karena kan bisnis itu ternyata nggak hanya melulu yang kita tahu lah ya. Tapi ternyata di industri kreatif ini juga banyak kok peluangnya. Bahkan, di fashion itu ternyata fashion nggak hanya tok baju, tapi juga ternyata bisa menjadi lifestyle," ujar Gabriella, saat diwawancara di ESMOD Jakarta, baru-baru ini.
"Kalau goals aku bisa bikin brand. Jadi kalau misal aku bikin brand, kira-kira yang bisa dan harus aku persiapkan apa. Apa yang bisa menarik audiens ini ke brand aku," sambungnya.
Untuk mencapai goalsnya itu, Gabriella bersama mahasiswa/mahasiswi tingkat akhir di Esmod Jakarta tengah memamerkan karya mereka melalui acara 'Esmod Jakarta Media Gathering & Jury Day 2024' yang digelar di gedung Esmod 2, Jakarta, Rabu.
Gabriella sendiri memamerkan sebuah karya set peralatan keramik dengan desain dan motif yang terinspirasi dari karya desainer ternama Sapto Djokokartiko dan produk keramik asal Bali, yakni Jenggala.
Karya Gabriella dipajang di salah satu exhibition booths dari total 75 exhibition booths mahasiswa/mahasiswi lainnya yang turut tampil di tiga area lantai Esmod Jakarta. Rencananya, beberapa koleksi dari masing-masing karya mahasiswa/mahasiswi tersebut akan dipresentasikan dan dinilau oleh para juri profesional yang terlibat.
Para juri yang dihadirkan berjumlah 30, beberapa diantaranya yakni Adeline Esther, Cita Tenun Indonesia, Danny Satriadi, Ilonk Sarizqi, Ismaya, Mahija, Priyo Oktaviano, Pullman, hingga Senayan City.
Vice Director Sales, Marketing Communications & Business Development, Imelda Chandra berharap, karya-karya yang dipresentasikan ini bisa jadi pintu yang membuka peluang bagi mahasiswa/mahasiswi Esmod Jakarta untuk menjalin kerja sama dengan brand atau desainer, serta meningkatkan potensi mereka untuk langsung bekerja di industri mode dan kreatif.
“Ini merupakan bentuk dari komitmen kami sebagai leader dalam pendidikan model dalam mempersiapkan mereka untuk menghadapi peluang industri dan menghubungkan mereka secara langsung,” ujar Imelda, saat jumpa pers di lokasi.
Esmod Jakarta Coordinator of Public Relations, Bella Clarissa Andreana mengatakan, seluruh karya mahasiswa/mahasiswi yang dipresentasikan pada acara ini, nantinya akan menjadi bagian dari Esmod Jakarta Creative Show 2024 yang akan digelar pada November 2024 mendatang.
Nantinya, karya mahasiswa/mahasiswi tersebut akan ‘mejeng’ lewat sebuah fashion show alias peragaan busana yang dikenakan oleh model-model profesional.
“Kami berharap acara tersebut dapat jadi menjadi puncak dari rangkaian karya inovatif yang telah dipresentasikan di acara hari ini. Ini menjadi gambaran awal mengenai karya-karya yang akan ditampilkan dalam Creative Show pada November 2024 mendatang,” tutur Bella.
Sebagai informasi, Esmod Jakarta sendiri memiliki 3 program studi utama yang masing-masing memberikan fokus berbeda dalam pengembangan keterampilan dan kreativitas mahasiswa/mahasiswi.
Mulai dari program studi Fashion Design And Creation, program studi International Fashion Business, dan program One Year Fashion Design And Pattern Making.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.