TERLALU sering terbang naik pesawat ternyata tidak baik bagi kesehatan pria. Seorang ahli kesehatan asal Inggris mengingatkan kaum pria tentang risiko bepergian dengan pesawat terlalu sering terhadap kesehatan mereka.
Mengutip Wales Online, Abbas Kanani, seorang pakar farmasi dan pengawas pada Chemist Click menjelaskan bahwa terlalu sering terbang atau berada dalam penerbangan berdurasi lama bisa berdampak buruk bagi tubuh manusia.
Dampak yang pasti adalah dehidrasi, stres akibat jet lag, dan lain-lain. Namun, pakar tersebut menekankan secara khusus bagi kaum pria, bahwa terlalu sering bepergian dengan pesawat dapat memicu masalah disfungsi ereksi.
"Terbang, terutama bila dilakukan terlalu sering, dapat berdampak buruk pada tubuh kita, entah itu dehidrasi, duduk dalam waktu lama, jet lag atau stres, semua ini dapat menyebabkan masalah ereksi," kata dia.

Pria yang sering bepergian dengan pesawat dapat menderita impotensi atau disebut juga disfungsi ereksi (DE). Kondisi ini merupakan gangguan kesehatan yang membuat pria tidak bisa mendapat atau mempertahankan ereksinya.
Duduk berjam-jam di pesawat dapat meenghambat sirkulasi darah, sementara sirkulasi darah berperan penting dalam mempertahan ereksi. Oleh karena itu, bepergian terlalu sering dengan pesawat ada hubungannya dengan risiko disfungsi ereksi atau impotensi.
Di sisi lain, jet lag yang didapat akibat penerbangan dapat merusak pola tidur. Pola tidur sendiri berpengaruh terhadap kadar hormon, termasuk hormon testosteron, hormon utama yang membantu sistem kerja reproduksi pria.
"Meskipun testosteron, hormon utama yang terkait dengan libido pria, cenderung menurun seiring bertambahnya usia, hormon ini juga dapat dipengaruhi oleh kebiasaan tidur yang buruk," sambungnya.
"Kadar testosteron yang rendah dapat berdampak signifikan pada dorongan seks dan fungsi seksual pria," timpal Kanani.
Apoteker tersebut menyarankan beberapa hal untuk mencegah masalah kesehatan itu. Ia mengimbau para pria untuk banyak meminum air putih, baik sebelum, selama, dan setelah penerbangan dalam upaya mencegah dehidrasi.

Selain itu, penumpang harus sesekali keluar berdiri dari duduknya, melakukan peregangan, dan berjalan di sekitar kabin. Semua saran itu diperlukan untuk menjaga aliran darah tetap stabil.
Tak kalah penting, dirinya juga menyarankan untuk memperhatikan pola makan. Perubahan sederaha terhadap rutinitas penerbanagn itu kata dia, dapat meningkatkat fungsi seksual dan mencegah terjadinya impotensi atau lemah syahwat.
(Rizka Diputra)