“Callum adalah hewan liar yang menjadi legenda setempat,” kata sejarawan dataran tinggi Andrew Grant McKenzie kepada Ross-shire Journal.
“Mudah-mudahan hidupnya telah menyoroti pentingnya menghormati alam kita di Dataran Tinggi dan tidak memberi makan rusa dengan makanan yang tidak dapat mereka jelajahi secara alami," tambahnya.
Lebih lanjut dokter ahli hewan NTS menyampaikan bahwa Callum sudah menderita sakit dan ketidaknyamanan akibat kondisi seluruh tubuhnya yang tidak baik, termasuk kondisi bulu yang memburuk, dan radang sendi.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.