PERANCANG busana asal Belanda, Iris Van Herpen kembali memberikan kejutan pada dunia mode. Hal itu dia perlihatkan lewat koleksi terbaru Couture Musim Gugur Musim Dingin 2024 yang diberi judul "HYBRID SHOW”.
Van Herpen menggabungkan kecintaannya pada berbagai seni visual dengan keahliannya dalam dunia mode menjadi sebuah karya hibrida di Paris Haute Couture Week.
Lewat pameran bertajuk "Sculpting the Senses”, Van Herpen seakan meninjau kembali 16 tahun karya inovatifnya di Musée des Arts Décoratifs. Pameran ini pun mencoba memperlihatkan elemen yang belum terwujud dalam karyanya: kecintaannya pada seni patung dan lukisan.

Tumbuh bersama dengan karya seni sejak kecil, dia pun memadukannya tari klasik yang ia tekuni menjadi koleksi terbarunya. Koleksi "HYBRID SHOW" ini pun memperkenalkan "patung" yang dirancang Van Herpen, menggabungkan antara fashion dan seni.
Pendekatan desainnya pun mirip dengan seni patung. Hanya saja, dia menggunakan teknik moulage—melipat langsung pada manekin, yang dia anggap sebagai bentuk seni patung.
Bagi Van Herpen, haute couture dan seni visual merupakan satu entitas, yang bersatu dalam satu alam semesta artistik yang holistik. Koleksi ini menampilkan empat patung besar yang dibuat dengan berbagai teknik inovatif pada tulle, bahan yang identik dengan balet klasik dan merupakan elemen kunci dalam karya couture Van Herpen.

Patung-patung ini digantung dan direntangkan menggunakan tabung baja, mengeksplorasi fleksibilitas dan kemungkinan struktural bahan tersebut. Dua tahun lalu, Van Herpen pindah ke lingkungan yang lebih alami di luar Amsterdam.
Kedekatan dengan keindahan alam yang murni ini memicu ledakan kreativitasnya, memberi ruang bagi eksperimen bentuk patung yang terinspirasi oleh transformasi alam sehari-hari. Lingkungan baru ini memberikan ruang mental dan fisik yang dibutuhkan Van Herpen untuk menciptakan karya seni yang mendalam dan memikat.
Salah satu karya yang menonjol disebut "Unfolding Time", kartaya tersebut memperlihatkan kain sutra yang dilipat dengan tangan, untuk menggambarkan pengalaman sensoris Van Herpen di alam, mencerminkan fenomena di mana waktu seolah-olah meluas di lingkungan alami.
Karya lainnya, "Weightlessness of the Unknown" dan "Embers of the Mind," adalah potret diri konseptual yang menggambarkan siklus penciptaan dan kehancuran. Karya-karya ini merupakan eksplorasi meditatif dari dunia batin Van Herpen, yang dicapai melalui kerja tangan yang teliti dan koneksi mendalam dengan proses kerajinan.
Kesadaran lingkungan Iris Van Herpen juga menjadi sorotan dalam presentasi ini. Terinspirasi oleh paparan awalnya terhadap seni dan isu-isu lingkungan, Van Herpen mengintegrasikan penampil sebagai bagian dari seni hidup, menantang penonton untuk mempertimbangkan kembali hubungan mereka dengan pakaian dan limbah.
Tema ini tergambar jelas dalam patung "Ancient Ancestors”, yang terinspirasi dari penelitian biologi kelautan terbaru dan dibuat dengan bahan yang menggugah laut.
(Martin Bagya Kertiyasa)