BERDASARKAN Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan, prevalensi hipertensi di Indonesia meningkat dari 25,8 persen pada tahun 2013 menjadi 34,11 persen di tahun 2018.
Data juga menunjukkan hipertensi tidak hanya terjadi pada orang lanjut usia, melainkan kelompok umur di bawah 45 tahun, bahkan pada usia remaja atau dewasa muda. Salah satu cara menghindari risiko hipertensi ini adalah dengan cek rutin kesehatan kita, termasuk mengukur tekanan darah rutin di rumah.
Banyak sekali manfaat rutin mengukur tekanan darah, seperti membantu diagnosis dini, mengantisipasi risiko hipertensi, mengurangi risiko stroke hingga penyakit jantung, dan mengevaluasi pengobatan.