IKATAN Dokter Anak Indonesia atau IDAI menyebut sebanyak 1,8 juta anak Indonesia belum mendapatkan vaksinasi atau imunisasi. Padahal, pemberian imunisasi rutin lengkap, yakni imunisasi dasar dan lanjutan sangat penting dalam menciptakan masyarakat sehat.
Imunisasi dilakukan dengan pemberian vaksin. Vaksin diberikan melalui suntikan maupun tetesan oral ke dalam mulut yang bertujuan untuk meningkatkan imun tubuh dan melindungi tubuh dari penyakit.
Ketua Satgas Vaksinasi IDAI, Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A(K), menjelaskan dari 2018-2023 secara akumulatif jumlah anak yang tidak mendapatkan vaksinasi sama sekali mencapai 1,8 juta anak. Hal itu menandakan Indonesia telah mengalami penurunan cakupan vaksinasi yang cukup berdampak pada target vaksinasi nasional terlebih pada masa pandemi.
“Tentu hal ini bisa meningkatkan penyakit kronis di antara kelompok usia yang lebih muda dan memberikan tekanan besar pada sistem kesehatan serta sosial ekonomi negara,” ujar Prof Hartono dalam menyambut Pekan Imunisasi Dunia 2024 bertajuk 'Protecting Our Future Together' yang digelar GSK Indonesia baru-baru ini.
Prof Hartono mengatakan tingginya angka anak-anak yang belum divaksinasi disebabkan oleh masyarakat yang masih ragu dan disinformasi terhadap vaksinasi di masyarakat. Menurutnya perlu adanya diskusi antara masyarakat, dokter, bidan dan tenaga kesehatan lainnya untuk membantu meningkatkan pemahaman tentang vaksinasi dan booster yang relevan bagi anak dan dewasa.

“Dengan cara ini, keluarga dapat lebih terlindungi dari munculnya kembali penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin di masa depan,” katanya.
Selain itu, menurut Prof Hartono perlu juga memperluas manfaat vaksinasi untuk melindungi diri terhadap penyakit menular dari masa kanak-kanak hingga usia lanjut menjadi sangat penting.
"Tentu hal ini menjadi PR kita untuk meningkatkan vaksin kepada anak-anak. Jadi kita perlu melengkapinya dan bila belum lengkap maka perlu membawa anak bisa ke posyandu, puskesmas, dan rumah sakit," katanya.
Prof Hartono menegaskan, IDAI sudah berkomitmen sejak 2021 mengajak masyarakat, tenaga kesehatan (nakes) dan tokoh masyarakat melalui berbagai program imunisasi nasional melalui upaya peningkatan perlindungan bagi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.
"Kami juga ada program yang mengajak ibu untuk kembali melihat catatan imunisasi anak dan melihat membawa anak berobat memeriksa, catatan anak, dan mengajak anak. Selain ibu, kami juga melibatkan tokoh masyarakat untuk mendukung imunisasi dengan tujuan melindungi anak Indonesia dari penyakit berat, kecacatan, dan kematian," ujarnya.