Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Nasi Jamblang Khas Cirebon, Makanan Para Buruh Zaman Belanda

Janila Pinta , Jurnalis-Jum'at, 17 Mei 2024 |08:25 WIB
Mengenal Nasi Jamblang Khas Cirebon, Makanan Para Buruh Zaman Belanda
Nasi Jamblang, kuliner legendaris khas Cirebon, Jawa Barat (Foto: Instagram/@toekangmakan)
A
A
A

NASI jamblang merupakan sajian nasi lengkap khas Cirebon, Jawa Barat. Hidangan ini biasanya berupa nasi putih yang dibungkus dengan daun.

Masyarakat Cirebon biasanya menyebutnya sega jamblang. Sajian ini tidak hanya populer di Cirebon saja, untuk berbagai kawasan di Jawa Tengah dan sekitarnya juga terkenal dengan nama sego jamblang.

Mengulik asal-usulnya, nasi jamblang berasal dari desa sebelah barat Kabupaten Cirebon, yang merupakan desa asal pedagang yang mempopulerkan kuliner ini. Nasi jamblang muncul sekitar tahun 1847.

Kala itu, pemerintah kolonial Belanda sedang membangun tiga pabrik, yakni dua pabrik tebu di Plumbon dan Gempol, serta satu pabrik spiritus di Palimanan.

Nasi Jamblang Khas Cirebon

(Foto: Instagram/@jamblangmbakdiyani)

Berdirinya pabrik-pabrik tersebut banyak menyerap tenaga kerja dari berbagai wilayah. Para pekerja yang rumahnya jauh seperti dari Sindang Jaya, Cisaat, Cimara, Cidahu, Cinaru, Bobos, dan Lokong harus berangkat kerja sejak pagi buta dengan berjalan kaki.

Para buruh pabrik tersebut pun kesulitan mencari makan untuk sarapan karena pada saat itu belum ada warung-warung nasi seperti sekarang.

Hal itu dikarenakan masyarakat zaman dulu menganggap menjual nasi merupakan suatu hal yang dilarang atau pamali.

Lantaran merasa kasihan, seorang pengusaha asal Jamblang, H. Abdul Latief meminta istrinya Tan Piauw Lun atau alias Nyonya Pulung untuk menyediakan makanan bagi para pekerja berupa nasi dan lauk pauk secukupnya. Kemudian nasi tersebut dibungkus daun jati dan disajikan kepada pekerja pabrik. Jadilah makanan tersebut dinamakan nasi jamblang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement