GRASS fed dan grain fed menjadi dua jenis daging yang sering kali dibandingkan para pecinta alias penikmat daging sapi. Banyak orang yang masih bingung, mana jenis daging yang lebih sehat di antara keduanya.
Daging grass fed berasal dari sapi ternak yang diberikan pakan rumput khusus, sehingga kualitas dagingnya juga akan lebih lembut. Sedangkan grain fed berasal dari sapi ternak yang diberikan pakan khusus berupa biji-bijian halus.
BACA JUGA:
Lantas, dari kedua daging tersebut mana yang lebih baik untuk kesehatan? Ahli Gizi Emilia Achmadi mengungkap bahwa kandungan yang membedakan grass fed dan grain fed ada pada jenis lemaknya.
BACA JUGA:
(Foto: MPI/ Devi Pattricia)
“Biasanya perbedaan grass fed dan grain fed itu jenis lemaknya. Jadi kalau pakai grass fed kebanyakan lemaknya kandungan omega 3 nya sedikit lebih tinggi,” ujar Emilia Achmadi dalam Aussie Beef Mates ‘From Tokyo to Jakarta Culinary Journey’ di Mercure Jakarta Pantai Indah Kapuk (PIK) baru-baru ini.
Emilia Achmadi menjelaskan bahwa daging grass fed warna lemaknya cenderung lebih kuning dan dagingnya lebih pink. Sementara grain fat dagingnya lebih merah dan lemaknya putih gading.
Namun menurutnya, dari segi rasa keduanya pun cukup berbeda. Sebab, daging grass fed cenderung lebih memiliki cita rasa yang khas. Hal ini biasanya, dipengaruhi dari asupan sapi tersebut semasa hidupnya.
Meski begitu, ia menjelaskan kualitas kedua dagingnya sama-sama bagus. Bahkan kandungan protein dan mikro nutrisi antara grass fed dan grain fed juga sama saja lho.
“Kalau soal kualitas, menurut saya dua-duanya sama. Tapi perbedaannya ada di rasa dan lemaknya. Namun kandungan protein dan mikro nutrisinya tetap sama. Jadi kembali ke preferensi masing-masing,” jelasnya lagi.
Emilia menyatakan bahwa tingkat keempukan daging itu bukan berasal dari jenisnya, melainkan karena kualitasnya. Daging grass fed apabila tidak berkualitas pun, nyatanya tetap bisa bisa menjadi keras ketika dimakan.
“Empuk atau gak empuk itu bukan karena grass fed atau grain fed ya, sebetulnya kualitas dagingnya sendiri. Kalo kualitas dagingnya gak bagus, mau dia daging grass fed, keras ya keras saja gitu,” tegas Emilia.
Namun menurutnya, daging grass fed kebanyakan sudah memiliki kualitas yang tinggi, sebab semasa diternak penggemukan sapinya tidak terlalu cepat. Sehingga harga daging grass fed pun cenderung lebih mahal dibandingkan yang grain fed.
“Tapi kebanyakan, ya kalau sudah grass fed itu high quality karena grass fed itu penggemukannya tidak terlalu cepat ya. Jadi itu bakal sedikit lebih mahal harganya,” pungkasnya.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.