Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Skincare Beretiket Biru Menjamur di Masyarakat, Ini Penyebabnya

Syifa Fauziah , Jurnalis-Selasa, 07 Mei 2024 |13:35 WIB
Skincare Beretiket Biru Menjamur di Masyarakat, Ini Penyebabnya
Skincare beretiket biru banyak beredar di masyarakat. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

SAAT ini di pasaran ramai beredar skincare beretiket biru yang tercantum dalam kemasan. Skincare beretiket biru merupakan istilah pada masyarakat untuk kosmetik berupa produk skincare yang ditambahkan bahan obat (keras), dibuat secara massal, dan dilabeli etiket warna biru yang menunjukkan produk untuk digunakan pada bagian luar tubuh.

Edukator Perawatan Kecantikan Kulit, dr Maria Fransisca, Dipl. Cidesco, AKP, melihat tren perawatan kecantikan ke zaman dahulu, dimana kebanyakan perawatan kulit bisa menghasilkan kulit yang putih dan bersih. Hingga akhirnya banyak muncul skincare pemutih yang mengandung bahan berbahaya seperti skincare beretiket biru.

“Saya perhatikan kenapa makin mnejadi-jadi itu salah satunya karena persaingan bisnis dan ada imbas dari beauty industri. Berlomba-lomba menciptakan produk yang bisa menghasilkan kulit yang putih. Saling berlomba supaya masyarakat pilih ke produk tersebut dan klinik jadi terdampak,” tutur dr Maria.

“Terus juga karena adanya fenomena cantik itu yang kulitnya putih dan mulus, ingin mewujudkan impian tampil cantik putih, dan juga persaingan bisnis,” katanya.

Skincare

Lantas apa saja sih bahayanya skincare beretiket biru? Dokter Maria menjelaskan untuk bisa mendapakan kulit putih biasanya mereka menggunakan krim wajah khusus mencerahkan. Krim wajah khusus mencerahkan biasanya juga mengandung hidrokuinon.

“Hidrokuinon sendiri memang terbukti membantu penanganan flek dan melasma, itu sangat terbantu sekali dalam dua minggu. Jadi orang pakai (hidrokuinon) baru beberapa minggu udah bagus, maka banyak disalahgunakan,” tutur dr Maria.

Menurut dr Maria, pada dasarnya hidrokuinon sendiri ada aturan penggunaan dan durasinya. Secara literasi jurnal juga sudah diteliti bahwa penggunaan hidrokuinon tidak boleh lebih dari 6-8 bulan dan harus dijeda 2-3 bulan.

“Terus juga gak setiap pasien sama harus diawasi betul-betul, perlunya edukasi ke pasien yang lakukan ini,” katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement