MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengajak perwakilan UN Tourism menyambangi Desa Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali.
Salah satu anggota delegasi yang diajak olehnya yakni Director of the Regional Department for Asia and the Pacific UN Tourism, Harry Hwang.
"Kami ingin mengenalkan desa wisata atau desa adat Jatiluwih kepada Harry Wang selaku perwakilan UN Tourism," ungkap Sandi, mengutip laman Kemenparekraf.

(Foto: dok. Kemenparekraf)
Menurut dia, Desa Jatiluwih telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada 2012. Desa Jatiluwih dipilih sebagai warisan budaya dunia karena memiliki sistem pengelolaan air yang dikenal dengan sebutan sistem subak yang membuatnya dikenal sebagai penghasil padi terbaik di Pulau Dewata.
Subak sendiri merupakan organisasi tradisional yang mengatur sistem irigasi yang digunakan dalam cocok tanam padi di Bali.
Selain itu, Jatiluwih juga dikenal sebagai desa yang memiliki tradisi dan budaya setempat yang sangat kental dan kaya.
Tentunya, kekayaan tradisi dan budaya ini juga ditunjang dengan beberapa aktivitas untuk ditawarkan kepada wisatawan.