Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Haru Arul, Alami Kebutaan hingga Enggan Bersekolah Lantaran Diejek Temannya

Devi Pattricia , Jurnalis-Rabu, 01 Mei 2024 |01:22 WIB
Kisah Haru Arul, Alami Kebutaan hingga Enggan Bersekolah Lantaran Diejek Temannya
Kish Arul alami kebutaan. (Foto: X @starrhi_)
A
A
A

ANAK-anak tentunya sangat gemar bermain, apalagi di masa-masa pertumbuhannya. Tak jarang si kecil pun asyik bermain sendiri sambil mengeksplor mainan di sekelilingnya.

Seperti halnya dengan Arul, bocah berusia tujuh tahun yang kala itu asik bermain kayu sendirian di dekat rumahnya. Namun ketika bermain kayu, Arul tiba-tiba menangis dengan sangat histeris. Mendengar suara tangisannya, orang-orang di sekelilingnya pun langsung menghampiri Arul.

Semuanya terkejut dan tak menyangka ketika melihat adanya cucuran darah yang begitu banyak keluar dari mata kirinya. Kedua orangtua Arul pun langsung memboyongnya ke rumah sakit yang terdekat dari rumahnya. Akan tetapi rumah sakit terdekatnya itu pun masih tergolong cukup jauh dari tempat tinggalnya.

Selama dalam perjalanan, Arul terus menangis sambil bercucuran darah. Orangtuanya pun panik dan hancur ketika melihat putranya tercinta harus terluka akibat main kayu sendirian.

“Nggak nyangka, akibat main sendirian, mata kiri anak ini nggak bisa ngeliat sampe di ejek 'si buta', ga mau sekolah tiga bulan,” tulis Tiara Putri, dilansir dari akun X @starrhi_, Rabu (1/5/2024).

Kisah Arul

Menempuh perjalanan yang cukup jauh demi mendapatkan pertolongan pertama, Arul hampir kehilangan nyawanya. Bagaimana tidak? Darah dari matanya terus mengalir sepanjang perjalanan.

Arul hampir mengalami kehabisan darah dalam perjalanan. Euis, Ibunda Arul mengaku dirinya tak menyangka bahwa dia hampir saja kehilangan nyawa putranya kala itu.

Setelah melalui pemeriksaan, ternyata ada sebuah kayu yang cukup besar tertancap di mata kiri Arul. Kondisi tersebut membuatnya harus melakukan operasi sebanyak dua kali. Namun akhirnya Arul dirujuk ke RS kota Bandung lantaran kayu yang tertancap di matanya begitu dalam dan membuat pendarahan hebat.

Biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan Arul pun tidaklah murah. Bahkan kedua orangtuanya sampai harus utang sana sini dan menjual barang-barang berharga mereka, demi menjemput kesembuhan putranya.

“Ayah Arul hanya buruh serabutan yang berpenghasilan 50 ribu mereka sehari, sedangkan biaya pengobatan Arul butuh berjuta-juta belum lagi beli obat tetes mata seharga 500 ribu yang tidak bisa ditanggung BPJS,” ujarnya.

Alhasil dengan terpaksa Arul harus dibawa pulang ke rumah lantaran tidak memiliki cukup biaya untuk melanjutkan operasi. Mirisnya, bocah tersebut kerap kali menangis saat malam hari.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement