Selain itu, melakukan survey dan menggali informasi mengenai sekolah terkait juga penting dilakukan orangtua. Safina mengatakan prangtua tak cuma perlu menggali dari pihak sekolah, tapi juga testimoni dari alumni dan orangtua yang pernah menyekolahkan anaknya yang mengidap autis.
“Kita harus survey, cari informasi, biasanya saya mencari informasi gak cuma dari pihak sekolah, saya tanya-tanya (alumni) sekolah di sana bagaimana, dan tanya sama orangtua yang pernah menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut,” tambahnya.
Safina juga menganjurkan orangtua tak sungkan untuk melakukan sharing dan menggali informasi sekolah dari komunitas anak berkebutuhan khusus. Hal tersebut bisa jadi cara yang tepat agar bisa menemukan sekolah terbaik untuk anak pengidap autis. “Sharing sesama orangtua soal informasi sekolah. Penting juga mencari informasi dari komunitas.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.