General Manager Bandara Internasional Yogyakarta, Rully Artha mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim guna membersihkan ulat-ulat tersebut agar tidak mengganggu operasional penerbangan.
"Jadi langkah yang kita lakukan kolaborasi dengan teman-teman BMKG dan tim teknis kami untuk melakukan pembersihan ulat-ulat tersebut sehingga tidak mengganggu operasional kami," ungkap Rully.
(Foto: Budi Utomo/MPI)
Berdasarkan informasi BMKG, ulat gagak ini muncul karena dipicu udara lembap yang terjadi selama peralihan musim hujan ke kemarau sehingga mereka keluar dari sarang.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono mengatakan, kemunculan ulat ini baru akan berakhir memasuki musim kemarau pada akhir April mendatang.
"Tentunya selama ini enggak ada gangguan, tapi kalau dilihat memang geli karena banyak ya," ungkap Warjono.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.