“Ketika (pengeboman) semakin dekat, hanya butuh waktu singkat bagi kami untuk melihat dampak pemboman tersebut,” katanya.
“Hanya berjalan melewati unit gawat darurat, misalnya, sebuah truk pick-up yang dipenuhi orang-orang yang putus asa mundur ke pintu dengan tumpukan mayat yang saling bertautan, diikuti oleh barisan mobil dengan lebih banyak mayat di dalam sepatu bot,” ujar dr Groom.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.