Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza Hancur, Banyak Mayat Bergelimpangan

Masya Hanifa Putri , Jurnalis-Selasa, 02 April 2024 |18:00 WIB
Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza Hancur, Banyak Mayat Bergelimpangan
Rumah Sakit Al Shifa hancur. (Foto: Aljazeera)
A
A
A

MILITER Israel mundur, setelah sempat mengepung area rumah sakit terbesar di Gaza Al-Shifa. Setelah 14 hari, terhitung sejak serangan pertama pada 18 Maret 2024, militer Israel mengonfirmasi penarikan pasukannya pada Senin pagi.

Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant mengatakan pada Senin 1 April 2024 Pangkalan teroris di Rumah Sakit Shifa telah dimusnahkan.

Melansir dari berbagai sumber Selasa (2/4/2024), ratusan orang mulai kembali ke Rumah Sakit Al-Shifa dan sekitarnya untuk mencari anggota keluarganya yang hilang. Mereka melaporkan menemukan mayat berserakan di dalam dan di luar fasilitas tersebut.

Mundurnya militer Israel ini menyisakan pemandangan kehancuran yang mengerikan. Salah satu dari orang yang kembali ke Rumah Sakit Al-Shifa, Mohammed Mahdi, mengatakan beberapa bangunan telah terbakar dan dia menghitung ada enam mayat di daerah tersebut.

Rumah Sakit Al Shifa

Dua mayat diantaranya ada di halaman rumah sakit. Mahdi menggambarkan pemandangan ini dengan kehancuran total. Tim medis sedang berupaya untuk mengevakuasi ratusan jenazah yang tersebar di kawasan Rumah Sakit Al-Shifa.

Menurut Pertahanan Sipil Gaza, sejauh ini sedikitnya 300 jenazah telah ditemukan. Saat ini masih sulit untuk menentukan jumlah pasti orang yang tewas karena pasukan Israel telah menguburkan mayat di dalam dan sekitar kompleks, serta merusak jalan-jalan di sekitarnya.

Mahmoud Bassal, seorang juru bicara Pertahanan Sipil Gaza mengatakan, lebih dari 30 orang yang terluka dibawa dari Al-Shifa ke Rumah Sakit Baptis Al-Ahli di timur kota Gaza. Warga yang bertahan hidup di wilayah tersebut dilaporkan mengalami kekurangan gizi akut.

Beberapa orang mengatakan mereka harus berbagi satu wadah air untuk enam orang setiap harinya. Situasi ini diperburuk dengan kondisi bangunan yang hancur total dan terbakar habis akibat serangan bom. Organisasi internasional mengutuk tindakan pengepungan ini.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement