Masjid dibangun sejak 1978. Lantai 1 sampai 4 digunakan sebagai tempat kegiatan para santri, lantai 6 seperti ruang keluarga. Sedangkan lantai 5, 7, 8 terdapat toko yang dikelola oleh para santri.
Dari 10 lantai, lantai 1 merupakan tempat istirahat dan musala, lantai 2 terdapat loket, ruang istirahat, ruang makan dan dapur. Lantai 3 berisi mushola, akuarium dan kebun binatang mini. Sedangkan lantai 4 merupakan lantai untuk keluarga pengasuh pondok.
Lantai 5 terdapat musala, lantai 6 yang dikelola oleh para santri, lantai 9 merupakan bangunan yang di desain sebagai lereng gunung dan lantai 10 adalah gua dan juga puncak gunung.

(Foto: Instagram/@novian_altelucav)
Masjid Tiban yang beralih fungsi sebagai pesantren ini juga sering dikunjungi para wisatawan. Karena sejarah Masjid Tiban yang unik, membuat banyak orang penasaran untuk datang ke sini.
Arsitek Masjid Tiban Turen bukanlah seorang yang belajar ilmu arsitektur di perguruan tinggi, melainkan hasil dari istikharah pemilik pondok pesantren, KH Achmad Bahru Mafdloludin kepada sang khalik.
(Rizka Diputra)