MUSIM hujan menjadi waktu yang tepat bagi nyamuk berkembang biak. Mereka bisa berkembang biak dengan sangat cepat di musim penghujan dan bersarang di area rumah yang lembab dan gelap.
Salah satu produk andalan yang digunakan untuk membasmi nyamuk-nyamuk membandel yaitu semprotan pembasmi nyamuk yang mudah ditemukan di pasaran. Aroma dari semprotan tersebut memang sangat menyengat dan kerap kali bikin pusing jika terhirup.
Lantas apakah benar semprotan pembasmi nyamuk bisa menyebabkan tubuh mengalami pneumonia?
Menanggapi hal tersebut, Dokter sekaligus Konten Kreator kesehatan, dr. Ayman Alatas menjelaskan bahwa penyakit pneumonia adalah bagian dari pneumonitis. Kondisi ini menyebabkan peradangan pada paru-paru yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, ataupun jamur.

Dokter Ayman pun mengungkap kalau pneumonia bisa terjadi jika tubuh menghirup bahan kimia, salah satunya semprotan pembasmi nyamuk.
“Semprotan buat membasmi nyamuk pasti ada buat insektisida, solfen dan pelarutnya yang bisa melayang di udara beberapa saat dan masuk ke saluran nafas, memang ada risiko menyebabkan pneumonia atau peradangan di paru-parunya,” tuturnya dikutip dari unggahan dalam akun TikTok miliknya @aymanalts, Kamis (7/3/2024).
Dia pun mengungkap bahwa setiap kali menyemprot ruangan dengan semprotan pembasmi nyamuk, alangkah baiknya ruangan tersebut tidak dimasukkan orang selama kurang lebih 30 menit hingga dua jam.
“Kalau abis semprot nyamuk di kamar, jangan dulu masuk kamar. Tunggu dulu sampai 30 menit sampai dua jam kurang lebih, biar jangan sampe ada si cairannya di udara dan akhirnya terhirup,” ujarnya.
Meski begitu, pneumonia ini tidak serta-merta terjadi dalam waktu yang singkat. Hal ini dapat terjadi jika seseorang menghirupnya dalam jangka waktu yang lama dan sering. Terlebih pada bayi atau anak-anak yang riskan, risiko terkena pneumonia akan sangat besar.
“Tidak selalu ya misalkan ada cairannya di udara terus dihirup tiba-tiba pneumonitis gitu. Biasanya terjadi apabila terhirupnya dalam jangka panjang bisa menyebabkan bahaya, terutama pada bayi risikonya jauh lebih besar lagi,” katanya.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.