“Mungkin terlalu mahal karena banyak juga dokter okupasi kita yang bekerja di Rumah Sakit. Jadi aturan perusahaan bisa kerja sama dengan Rumah Sakit gak usah punya dokter sendiri. Jadi dokter di Rumah Sakit juga bisa ditangani beberapa perusahaan sekaligus kan gak usah satu perusahaan satu dokter karena itu bisa sangat mahal,” tuturnya.
Selain itu, Ketua Pelaksana 16th IOMU, dr Wening Tri Mawanti, Sp.Ok menambahkan penyebab kecelakaan kerja tertinggi didominasi oleh kejadian saat pekerja melakukan perjalanan berangkat maupun pulang dari tempat kerja. Untuk itu dapat dikatakan kecelakaan kerja tidak hanya terjadi di tempat kerja, tetapi juga saat menuju atau usai dari tempat kerja.
“Kalau dari definisi penjamin kesehatan, kecelakaan kerja itu kan mulai dari keluar rumah, di tempat kerja, maupun kembali pulang, itu definisi pengertian dari kecelakaan kerja, kalau melihat seperti itu maka lalu lintasnya tinggi, karena kelelahan atau buru-buru,” kata dr Wening.
Dokter Wening mengatakan industri minyak dan gas (migas), manufaktur, dan konstruksi juga masih memiliki angka kecelakaan kerja yang cukup tinggi dibanding sektor lainnya. Meskipun hal itu tidak disertai adanya data atau angka pasti berapa jumlah kecelakaan kerja yang terjadi.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.