POLYCYSTIC Ovarian Syndrome atau PCOS menjadi salah satu topik yang hangat diperbincangkan para kaum hawa. Pasalnya penyakit ini bisa muncul di usia yang sangat muda.
PCOS merupakan sebuah gangguan hormon yang terjadi pada wanita di masa subur. Umumnya kondisi ini ditandai dengan siklus menstruasi yang terganggu atau tidak teratur dalam kurun waktu yang cukup lama.
Bukan cuma itu, PCOS juga membuat wanita memiliki hormon androgen dalam tubuh yang berlebihan. Sehingga kondisi ini bisa membuat ovarium memproduksi banyak benjolan kecil yang berisi cairan (kista).
Menurut Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekolog, dr. Keven Tali, SP.OG, efek jangka panjang yang akan muncul akibat PCOS ini cukup serius dan harus menjadi perhatian para wanita. Pasalnya, PCOS bisa menyebabkan peningkatan potensi kanker rahim pada wanita yang mengidapnya.

“Efek jangka panjangnya itu salah satunya bisa menjadi kanker meningkatkan potensi resiko untuk terjadi kanker rahim,” tutur dr. Keven dikutip dari podcast Moms Corner di kanal Youtube Nikita Willy, Senin (4/3/2024).
Hal tersebut dapat terjadi karena wanita PCOS jarang menstruasi dengan teratur, sehingga lapisan di bagian dinding rahim terus menebal dari waktu ke waktu. Kondisi ini yang memungkinkan terjadinya kanker rahim.
“Jadi di rahimnya itu akibatnya dindingnya menebal terus karena tadi dia jarang menstruasi. Kalau jarang menstruasi dinding rahim bagian dalamnya menebal, kalau kita tahu menstruasi kan dinding rahim itu bagian dalam luruh keluar gitu kan pada saat menstruasi bercampur dengan darah,” ujar dr. Keven.
“Semakin tebal dinding rahim itu meningkatkan resiko untuk terjadinya kanker di kemudian hari kanker rahim,” tuturnya.