ADA banyak sekali makanan lezat yang bisa disantap saat berbuka puasa. Namun, umat Muslim dianjurkan berbuka menggunakan buah kurma. Hal ini sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad.
“Kurma adalah salah satu makanan favorit dan paling diinginkan Nabi Muhammad. Sudah menjadi kebiasaan di banyak negara bagi umat Islam untuk berbuka puasa pada saat buka puasa dengan mengonsumsi kurma karena (dianggap sebagai) praktik yang diberkati berdasarkan (contoh) Nabi Muhammad," kata dr Nisar Ahmed Bathoolunnisa, manajer diet dikutip dari Sheikh Shakhbout Medical City (SSMC), Jumat (1/3/2024).
Namun, sebenarnya bukan hanya itu saja lho. Buah dengan warna cokelat yang memiliki cita rasa manis ini kaya akan nutrisi yang baik untuk tubuh setelah berpuasa. Mengutip dari Daily Sabah, ada beberapa keuntungan lainnya yang didapat dari mengonsumsi kurma saat buka puasa. Diantaranya adalah:
1. Membantu merasa kenyang
Kurma adalah buah-buahan yang kaya akan serat makanan yang larut, terutama pektin. Jadi bagaimana ini memperpanjang rasa kenyang? Nah, serat-serat ini yang menarik air dan meningkatkan fluiditas isi perut, sehingga memperpanjang waktu yang dihabiskannya di perut dan memberikan perasaan kenyang.
Dengan memasukkan makanan tinggi serat seperti kurma dalam buka puasa dan sahur, Anda akan memiliki kontrol yang lebih besar atas nafsu makan Anda dan menjadi lebih kenyang lebih lama, tambahnya.

2. Mendukung imunitas
Studi menunjukkan bahwa kurma dapat memiliki efek stimulasi pada sistem kekebalan tubuh. Efek kurma ini dikaitkan dengan kandungan beta-glukan mereka, yang merupakan polisakarida, jenis karbohidrat yang lebih baik dan lebih kompleks yang disarankan dokter untuk kita konsumsi.
Selain itu, kurma juga mengandung senyawa fenolik dan karotenoid dalam jumlah tinggi (keduanya memiliki sifat melawan kanker yang hebat) serta vitamin, yang semuanya dianggap berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh berkat efek antimikroba dan sifat antioksidannya.
3. Pereda sembelit
Makanan seperti kurma dengan serat makanan tinggi harus memiliki bagian penting dalam diet sehat. Agar semuanya berjalan lancar, ahli gizi merekomendasikan untuk mengonsumsi setidaknya 20 hingga 30 gram serat sehari.
Penelitian telah menunjukkan bahwa meningkatkan asupan serat makanan Anda meningkatkan volume tinja dan mempersingkat waktu transit ususnya, sehingga membantu mencegah sembelit yang ditakuti.
Di bulan Ramadhan, Anda mungkin juga memanfaatkan kandungan serat yang kaya dari kurma untuk membantu pencernaan dan mencegah pertimbangan, yang merupakan efek samping yang sering dan tidak menguntungkan dari pengurangan konsumsi makanan dan air selama periode ini.