Merujuk pada penjelasan Dr. Ariani di atas, artinya nutrisi dari makanan yang setiap hari dikonsumsi anak sudah cukup, maka suplemen anak tidak diperlukan.
Namun, jika memang anak cenderung susah makan atau porsi makannya sedikit sekali, maka penambahan suplemen sangat dianjurkan. Sebab artinya, nutrisi yang masuk ke dalam tubuh anak dari makanan menjadi kurang.
Lebih lanjut Dr. Ariani pun menyebut kondisi anak yang sehat, tapi hanya mengonsumsi makanan dengan total kurang dari dua puluh jenis atau pilihan makanan yang disukainya terbatas, maka orangtua boleh memberikan suplemen kesehatan sebagai tambahan.

Kemudian, untuk anak yang sakit pun peran suplemen juga sangat penting. Terlebih jika anak memiliki banyak alergi, sehingga tidak bisa mendapatkan nutrisi langsung dari makanan dan perlu bantuan vitamin dari suplemen.
“Kalau ada penyakit kronik dan dietnya terbatas. Misalnya anak ada alergi yang terlalu banyak atau dietnya intoleransi makanan tertentu, sehingga dia tidak bisa mendapatkan zat-zat tertentu, ini boleh diberikan suplemen,” tegas Dr. Ariani