MALAM Nisfu Sya'ban jatuh pada pertengahan bulan Sya'ban menurut kalender Hijriah, tepatnya dimulai pada Sabtu 24 Februari 2024, malam.
Nisfu Sya'ban menjadi momen istimewa bagi umat Islam di Indonesia. Di berbagai daerah, tradisi yang beragam menghiasi perayaan malam yang dipenuhi dengan doa dan ibadah.
Beragam tradisi itu tidak hanya bernilai religius, namun juga mempererat tali persaudaraan sesama muslim.
Untuk mengetahui beberapa tradisi lainnya di Indonesia, berikut Okezone rangkumkan lima tradisi menyambut malam Nisfu Sya'ban di beberapa wilayah Indonesia.
1. Ruwahan, Betawi
Tradisi ruwahan Betawi merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah meninggal dunia. Menurut Dakwah Kreatif Muharam (DKM), tradisi ini dilakukan dengan mengundang keluarga besar untuk berkumpul di salah satu rumah keluarga.

(Foto: Instagram/@febrian_syah23)
Masyarakat muslim Betawi meyakini bahwa doa-doa yang dipanjatkan dalam acara ini dapat memberikan keberkahan bagi leluhur yang telah meninggalkan dunia. Tradisi ini mencerminkan rasa hormat dan kebersamaan dalam mengingat jasa-jasa leluhur dalam kehidupan mereka.
2. Sya'banan, Brebes
Di Brebes, tradisi menyambut malam Nisfu Sya'ban dimulai dengan kegiatan membersihkan masjid dan makam-makam di desa. Hal ini sebagai persiapan untuk menyambut kedatangan malam yang dianggap istimewa menurut kepercayaan Islam.
Selanjutnya, masyarakat berkumpul untuk membaca Alquran, mengadakan shalawat, dan berdoa bersama sebagai ungkapan syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tradisi ini mencerminkan rasa kebersihan dan ketaatan dalam menjalankan ibadah.
(Foto: Kedungboto Limbangan)
3. Baca Surah Yasin, Kebumen
Masyarakat Kebumen merayakan malam Nisfu Sya’ban dengan berbagai kegiatan ibadah. Setelah shalat berjamaah, mereka membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali dan berdoa bersama.
Acara ini diakhiri dengan makan malam bersama dan menikmati minuman khas Desa Pejengkolan. Tradisi ini mencerminkan rasa syukur dan kebersamaan dalam menjalankan ibadah di malam yang dianggap istimewa.
4. Ruwatan dan Sedekah Bumi, Sidoarjo
Tradisi ruwatan desa dilakukan oleh masyarakat Desa Candi Pari di Sidoarjo sebagai bentuk syukur dan perlindungan terhadap desa mereka.
Melalui kegiatan sedekah bumi dan doa kepada leluhur, mereka berharap agar desa mereka terhindar dari bencana dan mendapatkan keberkahan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Tradisi ini mencerminkan rasa gotong royong dan kepedulian dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan bersama.
(Foto: Instagram/@wargaquality)
5. Ruwatan dan Kirab Budaya, Surabaya
Di Surabaya, Jawa Timur, tradisi menyambut malam Nisfu Sya'ban mencakup berbagai kegiatan seperti shalat berjamaah, pembacaan Surah Yasin, ruwatan desa, hingga kirab budaya.
Acara ini dilakukan sebagai ungkapan penghormatan dan syukur dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Tradisi-tradisi ini memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan dalam menjalankan ibadah serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.