PENYAKIT jantung koroner masih menjadi salah satu penyakit dengan tingkat kematian yang masih tinggi di Indonesia. Selain penyakit jantung koroner, adapun jenis penyakit jantung lainnya yang masih belum mendapatkan perhatian yaitu penyakit katup jantung
Penyakit katup jantung adalah kondisi adanya gangguan yang terjadi pada katup jantung. Kondisi ini dapat ditandai dengan suara jantung bising atau tidak normal, nyeri dada, pusing, serta sesak napas.
Berdasarkan data dari RISKESDAS Nasional 2018, terdapat 1.017.290 penduduk Indonesia yang menderita penyakit jantung. Meski begitu penyakit jantung katup masih belum memiliki data spesifik, padahal keduanya sama-sama penyakit yang harusnya mendapatkan perhatian khusus.
Guru Besar Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah FKUI, Prof. Dr. dr. Amiliana Mardiani Soesanto, Sp.JP, Subsp. Eko(K) mengungkap bahwa orang yang mengalami penyakit jantung katup memiliki fungsi salah satu atau lebih katup jantung berupa kebocoran atau penyempitan atau kombinasi keduanya.
Penyakit ini bukan semata-mata hanya berdampak pada kesehatan manusia, melainkan juga berkesinambungan dengan kualitas hidup yang menurun hingga kematian.

“Manifestasi klinis tersering adalah gagal jantung yang berakhir dengan disabilitas, penurunan kualitas hidup, sampai kematian,” tutur Prof. Amiliana Mardiani Soesanto dalam pidatonya pada acara Pengukuhan Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Sabtu (17/2/2024).
Dia pun mengungkap bahwa penyakit jantung katup bisa disebabkan oleh penyakit jantung rematik dan pertambahan usia yang memicu proses degeneratif atau penurunan fungsi organ dan jaringan manusia.
“Lebih dari 40 kasus katup disebabkan oleh penyakit jantung rematik dan hampir 30 persen akibat proses degeneratif yang lebih banyak dijumpai pada pasien yang lebih tua,” katanya.
Penyakit jantung katup yang disebabkan oleh jantung rematik umumnya menyerang kelompok usia dewasa awal. Sementara penyakit jantung katup yang disebabkan oleh proses degeneratif umumnya dialami oleh kelompok lansia.
Prof. Amiliana mengungkap kedua jenis penyakit jantung katup yang menyerang dua kelompok usia yang berbeda tersebut menyebabkan beban ganda bagi masyarakat dan negara. Oleh karenanya, penyakit jantung katup seharusnya mendapatkan perhatian yang lebih oleh seluruh pihak.
Sebab bukan hanya jantung koroner, kasus penyakit jantung katup juga mengkhawatirkannya dan biaya pengobatannya pun tidaklah murah.
“Hal ini merupakan tantangan agar kelak di masa depan kita mampu mengembangkan suatu teknologi kedokteran modern untuk memproduksi sistem intervensi katup yang relevan dengan biaya yang lebih terjangkau,” katanya.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.