Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sandiaga Uno: Musik Daerah Harus Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Talitha Reina Alfira , Jurnalis-Selasa, 30 Januari 2024 |18:08 WIB
Sandiaga Uno: Musik Daerah Harus Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri
Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Dok. Kemenparekraf)
A
A
A

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi ajang Lomba Cipta Lagu Daerah Nusantara (LCLDN) 2023 yang puncak acaranya sukses digelar pada Kamis, 21 Desember 2023.

Sandi mengatakan, Lomba Cipta Lagu Daerah Nusantara merupakan event tahunan yang diinisiasi oleh Alumni SMAN 6 Yogyakarta.

Kehadirannya kata dia, tentu menjadi ruang bagi para musisi daerah untuk menggali potensi kreatif sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa daerah nusantara melalui musik, serta menjaga kelestarian bahasa daerah nusantara agar tidak punah.

Menparekraf Sandiaga Uno

(Foto: dok. Kemenparekraf)

“Lomba ini keren banget! Kita terus menjaga semangat kita dan kita pelihara momentum ini agar musik daerah bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata Sandi, mengutip laman Kemenparekraf.

Sebanyak 12 peserta masuk ke babak grand final dan terpilih Freitsna Sopaheluwakan asal Ambon, Maluku, dengan lagu Baku Kele sebagai Juara 1. Kemudian, Juara ke-2 ditempati oleh Eutimirius Lodha asal Ngada NTT, dengan lagu Papa Modhe. Dan posisi ketiga Stephen Irianto Wally, asal Papua dengan lagu Mahi Mahi Nebei Be M'Bai.

Sementara itu, Music Director LCLDN, Dwiki Dharmawan, menjelaskan, musik Pop Indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi, mampu berjaya di negeri sendiri.

Alangkah baiknya jika musik daerah yang dinyanyikan dengan berbagai bahasa daerah juga memiliki tempat di industri musik tanah air. Hal ini juga sebagai upaya untuk menghormati dan memelihara bahasa daerah nusantara melalui musik.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement