Selain itu, para pejabat menyatakan bahwa Airbus A220-100 telah menghilangkan es di mesin sebelum penerbangan ke San Francisco, AS. Pihak bandara awalnya menyatakan mesin sudah mati, tetapi saat Efinger ditemukan mesin masih menyala.
Anggota Kepolisian Salt Lake City dan staf bandara menemukan barang-barang pribadi, seperti pakaian dan sepatu yang tertinggal di landasan pacu.
Efinger dikeluarkan dari penutup mesin, yang mengarahkan udara ke area kipas mesin oleh petugas pertolongan pertama.

Mereka berusaha menyelamatkan nyawanya dengan memberi nalokson, tetapi dia dinyatakan meninggal di tempat. Penyebab pasti dan cara kematiannya masih belum diketahui oleh kantor pemeriksa medis.
Pelanggaran keamanan dan kematian saat ini sedang diselidiki oleh polisi, Administrasi Penerbangan Federal, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional, dan Administrasi Keamanan Transportasi.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.