Advertisement
Advertisement

Kasus Pertama Beruang Kutub Mati Akibat Terserang Flu Burung

Tangguh Yudha , Jurnalis-Rabu, 10 Januari 2024 |04:00 WIB
Kasus Pertama Beruang Kutub Mati Akibat Terserang Flu Burung
Beruang kutub mati akibat flu burung. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

UNTUK pertama kalinya flu burung diketahui membunuh beruang kutub di Utqiagvik, Alaska. Mamalia malang itu ditemukan mati karena terkena dampak paling parah akibat wabah yang saat ini melanda negara tersebut.

Beruang kutub menjadi spesies baru yang mati karena flu burung setelah sebelumnya menjangkit lumba-lumba, anjing laut, rubah, dan berang-berang di Inggris. Temuan ini menandai bahwa bahaya flu burung rupanya semakin meluas.

Sebagai informasi, virus flu burung atau dikenal juga H5N1 selain menjangkit unggas juga dapat menginfeksi manusia. Biasanya manusia yang terjangkit adalah mereka yang bekerja di bidang peternakan unggas.

"Ini adalah kasus beruang kutub pertama yang dilaporkan di mana pun,” kata Dr Bob Gerlach, dokter hewan di negara bagian Alaska, sebagaimana dikutip dari Metro ada Rabu (10/1/2024).

Beruang Kutub

Beruang adalah hewan pertama yang terdaftar dalam Undang-Undang Spesies Terancam Punah (Endangered Species Act) AS yang mati akibat penyakit ini. Beruang kutub, juga dikenal sebagai Ursus maritimus, juga digolongkan rentan terhadap kepunahan oleh Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam.

Hewan-hewan ini sangat berisiko terkena perubahan iklim, karena pemanasan Arktik berarti berkurangnya es laut, yang mereka andalkan untuk berburu dan membesarkan anak-anak mereka.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement