Boneka tersebut dahulu terbuat dari kerangka bambu yang dilapisi kertas. Seiring waktu, kebanyakan ogoh-ogoh saat ini dibuat dengan bahan dasar sterofoam karena menghasilkan bentuk tiga dimensi yang lebih halus.

Pembuatan ogoh-ogoh, kata Gede Senanta, dapat berlangsung berminggu-minggu sebelum Nyepi.
“Ogoh-ogoh sendiri ada di setiap banjar desa, diproduksi oleh pemuda desa masing-masing, dan menghasilkan kreatifitas yang bisa dinikmati di setiap perayaan hari raya," ungkap Gede Senanta.
BACA JUGA:
Alam pun melihat fenomena tersebut menjadi budaya yang dihasilkan oleh kreatifitas anak muda setempat dan menghasilkan karya yang mampu diapresiasi oleh warga lokal maupun turis mancanegara.