Pada November 1790, istana Pakubuwono IV dikepung ribuan pasukan gabungan VOC Belanda, Yogyakarta dan Mangkunegaran. Di dalam istana, Pakubuwono IV juga mendapat tekanan dari para pejabat senior Surakarta.
Mereka mendesak Pakubuwono IV segera menyingkirkan para penasehatnya, termasuk membatalkan rencananya yang bisa berakibat kerajaan hancur. Pakubuwono IV yang dalam kondisi terjepit akhirnya menyerah.
Pada 26 November 1790 ia menyerahkan para penasehatnya kepada VOC Belanda untuk diasingkan. Pakubuwono IV sendiri memohon ampunan dan langsung dikabulkan oleh VOC.
“VOC merasa lega karena tidak jadi mengeluarkan biaya perang dan generasi tua mempunyai pengaruh lagi di Surakarta,” demikian disitir dari Sejarah Indonesia Modern 1200-2008.
(Salman Mardira)