Bukti-bukti yang digambarkan juga cukup sulit dipahami, terutama terdiri dari lubang-lubang yang memanjang, karena sisa-sisa fisik, termasuk tulang belulang, yang telah hancur dalam waktu yang lama, akibat dari tanah yang asam.
Para peneliti membandingkan bentuk lubang-lubang ini dengan lebih dari 800 kuburan Zaman Batu lainnya dari 14 pemakaman di Eropa Utara, yang mendukung argumen bahwa lubang-lubang ini digunakan untuk penguburan.
Menariknya, lubang-lubang tersebut sering kali meninggalkan jejak sisa-sisa hangus dan pigmen oker merah. Untuk menggali lebih dalam misteri ini, para peneliti telah memulai pemetaan Tainiaro dengan menggunakan pencitraan radar geofisika, yang bertujuan untuk mendapatkan wawasan tanpa mengganggu situs tersebut secara fisik.
Mereka mengantisipasi bahwa penelitian lebih lanjut, termasuk penggalian dan analisis sampel tanah baru, dapat mengungkap lebih banyak informasi tentang budaya misterius di balik pemakaman kuno ini.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.