BANDAR udara alias bandara sebagai pusat perjalanan moda transportasi udara, sering kali menjadi tempat di mana berbagai kuman dan bakteri berkumpul.
Penelitian terkini oleh para ahli kesehatan telah mengidentifikasi sejumlah area di bandara yang memiliki potensi tinggi sebagai tempat berkumpulnya kuman.
Gangguan yang terjadi dalam layanan penerbangan telah menyebabkan penumpukan besar di terminal bandara, memaksa penumpang untuk menghabiskan waktu lebih lama di area tersebut.
Peningkatan kesadaran akan area-area ini menjadi krusial bagi kesehatan pengunjung bandara dan menimbulkan pertanyaan tentang tindakan yang diperlukan untuk mengurangi risiko paparan kuman di lingkungan yang begitu padat dan dinamis ini.
Terdapat lima area yang menjadi sarangnya kuman di bandara, apa saja ya kira-kira? Berikut kelima area tersebut seperti menyitir HuffPost.
1. Kursi tunggu bandara
Menurut studi yang dilakukan oleh InsuranceQuotes pada 2018, kursi tunggu di bandara telah diidentifikasi sebagai salah satu tempat paling kotor di lingkungan bandara.
(Foto: Freepik)
Analisis yang melibatkan sampel dari enam permukaan di tiga bandara utama Amerika Serikat menemukan tingkat kebersihan yang mengejutkan pada sandaran tangan tersebut.
Dalam penelitian tersebut, ditemukan bahwa kursi tunggu di gerbang bandara mengandung sekitar 21.630 unit pembentuk koloni (CFU) per inci persegi. Unit pembentuk koloni ini mencakup berbagai bakteri dan sel jamur yang dapat hidup, menunjukkan tingkat kebersihan yang rendah dan potensi sebagai tempat penyebaran kuman.
Para ahli menegaskan pentingnya langkah-langkah pencegahan kepada penumpang yang berada di bandara untuk melindungi diri dari potensi kuman dan penularan penyakit.
Tindakan sederhana seperti mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air setelah menyentuh permukaan di bandara, termasuk kursi tunggu, menjadi hal yang sangat dianjurkan.
Selain itu, penggunaan hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60 persen setelah berkontak dengan area-area yang berpotensi kotor di bandara merupakan cara cepat untuk membersihkan tangan dari kuman.
(Foto: Freepik)
2. Pegangan tangga/eskalator
Seorang Ahli Pencegahan Infeksi di UCHealth Yampa Valley Medical Center di Colorado, AS, Laure Bryan menjelaskan, area-area yang sering disentuh di bandara jarang mendapat perhatian dalam hal kebersihan.
Ia menyoroti bahwa pegangan tangan di sepanjang tangga dan eskalator, serta jalur pejalan kaki, adalah beberapa contoh area tersebut.
Menurutnya, meski area tersebut rentan terhadap kotoran dan kuman, bukan berarti penumpang harus menghindari menyentuh pegangan tangan tersebut.
Menghindari menyentuhnya kata dia, sama sekali bukanlah solusi yang baik, terutama karena risiko jatuh dari tangga menjadi alternatif yang lebih berbahaya.
"Area seperti pegangan tangan di tangga dan eskalator, serta jalur pejalan kaki di bandara, memang jarang mendapat perhatian pembersihan yang memadai. Namun, itu tidak berarti Anda harus menghindari sepenuhnya, karena jatuh atau kecelakaan akibat ketidakseimbangan juga membawa risiko yang serius," ungkap Laure Bryan.
3. Layar check-in mandiri
Layar kios check-in mandiri merupakan salah satu tempat yang paling banyak mengandung kuman di bandara. Ditekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk membersihkan tangan setelah berinteraksi dengan layar tersebut.
Studi yang dilakukan oleh InsuranceQuotes menyimpulkan bahwa rata-rata layar kios check-in mandiri di bandara mengandung sekitar 253.857 unit pembentuk koloni (CFU) per inci persegi, dengan beberapa layar bahkan mencatat lebih dari 1 juta CFU.
Temuan ini menempatkan layar kios check-in mandiri sebagai permukaan terkotor di bandara.
Menyadari bahwa situasi ini dapat bervariasi antar bandara dan layar yang dimaksud, serta adanya peningkatan frekuensi pembersihan, tetapi tetap disarankan untuk selalu membersihkan tangan setelah menyentuh layar tersebut.
(Foto: collinsaerospace)
4. Air mancur minum
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh layanan perhitungan perjalanan Travel Math pada tahun 2015, mereka mengirim ahli mikrobiologi ke lima bandara yang berbeda untuk mengumpulkan sampel dan melakukan pengujian laboratorium guna menentukan permukaan mana yang memiliki konsentrasi bakteri tertinggi di lingkungan bandara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tombol air mancur minum pada kebanyakan bandara internasional merupakan salah satu permukaan dengan konsentrasi bakteri tertinggi di bandara.
Rata-rata, tombol air mancur minum ditemukan mengandung sekitar 1.240 unit pembentuk koloni (CFU) per inci persegi. Studi lain oleh InsuranceQuotes juga mendeteksi konsentrasi bakteri yang signifikan, dengan rata-rata 19.181 CFU pada tombol air mancur minum.

Studi yang dilakukan pada tahun 2012 oleh pakar mikrobiologi Universitas Arizona, Prof. Charles Gerba, meneliti potensi air mancur sebagai tempat berkembang biaknya kuman. Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa air mancur juga dapat menjadi tempat di mana kuman berkembang biak dengan signifikan.
Temuan serupa telah dilaporkan sebelumnya dalam penelitian yang dilakukan oleh National Sanitation Foundation (NSF) terkait air mancur minum di lingkungan sekolah.
Kedua penelitian tersebut menyoroti bahwa air mancur, baik di lingkungan bandara maupun sekolah, dapat menjadi tempat potensial bagi pertumbuhan kuman.
5. Toilet
Mewaspadai kuman dan kebersihan di toilet bandara ternyata sama pentingnya dengan kesadaran di toilet umum.
Meski toilet bandara rutin dibersihkan, namun karena freakuensi penggunaannya tinggi, berbagai permukaan di dalamnya, seperti pegangan, keran wastafel, dan gagang pintu, sering ditemukan mengandung sejumlah besar mikroba penyebab penyakit.

Pentingnya langkah-langkah pencegahan, terutama setelah menggunakan toilet atau kamar mandi bandara. Mencuci tangan secara menyeluruh menjadi langkah utama, terutama sebelum menyentuh makanan atau menyentuh wajah.
Menjaga kebersihan tangan dan menghindari menyentuh wajah setelah berinteraksi dengan permukaan di toilet bandara adalah upaya pencegahan yang sederhana namun penting untuk mengurangi risiko penularan penyakit.
(Rizka Diputra)