OPERASI transplantasi rahim berhasil dilakukan di Korea Selatan untuk pertama kalinya. Operasi tersebut dilakukan pada perempuan berusia 35 tahun dengan sindrom MRKH (Mayer Rokitansky Kuster Hauser) itu dilakukan di Rumah Sakit Samsung Seoul.
Sindrom MRKH adalah penyakit yang disebabkan perkembangan rahim yang tidak sempurna. Setidaknya sudah tercatat jika satu dari lima ribu perempuan mengalami sindrom ini.
Bahkan kebanyakan pengidapnya tidak terdeteksi hingga memeriksakan diri ke rumah sakit, dan biasanya mereka yang datang juga karena tidak mengalami menstruasi hingga usia dewasa.
Setahun setelah transplantasi rahim itu dilaksanakan, pasien itu mengaku tidak mengalami keluhan dan rahimnya juga berfungsi dengan normal, sehingga kini dia dapat berfokus untuk menjalani program hamil yang selama ini dia idam-idamkan.
Meskipun biaya pada operasi ini terbilang mahal, tetapi perempuan itu mengaku mendapat bantuan dana sehingga meringankan pembiayaannya.
“Donasi yang dilakukan tim produksi drama Hospital Playlist terjadi karena mereka kenal dengan Profesor Oh Sooyoung dari departemen kebidanan dan ginekologi. Profesor Oh Sooyoung adalah konsultan drama tersebut serta sosok yang menginspirasi tokoh Profesor Chae Songhwa.

Beliau juga tergabung dalam tim yang akan melakukan operasi transplantasi rahim,” kata staf dari Rumah Sakit Samsung Seoul, dikutip dalam laman News Naver, Rabu (22/11/2023).
Hal itu dilakukan karena menurut salah satu pengakuan dokter di sana, mereka ingin mengabulkan keinginan seorang ibu untuk menghadirkan malaikat kecil ke dunia lewat rahimnya.
“Banyak sekali pendonor yang bersimpati pada keadaan pasien dan memiliki semangat yang sama dengan para tenaga medis untuk meneliti hal ini agar dapat membantu lebih banyak orang dengan kasus serupa,” ucap dokter.
Akan tetapi kondisi itu tentunya tidak mudah dilakukan. Diperlukan beberapa kali percobaan operasi hingga bisa berhasil dilakukan. Operasi pertama dilakukan pada Juli 2022 dan Januari 2023 operasi kedua hingga berhasil dilakukan.
Menurut pihak rumah sakit, pasien mengalami menstruasi untuk pertama kalinya dalam hidupnya 29 hari setelah transplantasi. Artinya, rahim telah menetap secara baik di tubuh pasien.