Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gaya Hidup Tak Sehat Picu Peningkatan Penyakit Jantung Masyarakat Kota Besar

Chindy Aprilia , Jurnalis-Sabtu, 28 Oktober 2023 |18:00 WIB
Gaya Hidup Tak Sehat Picu Peningkatan Penyakit Jantung Masyarakat Kota Besar
Peningkatan penyakit jantung, (Foto: Freepik)
A
A
A

PENYAKIT kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia, dan kini bukan lagi sebagai penyakit orang tua atau lanjut usia. Namun juga sering menyerang kelompok usia produktif, alias generasi muda.

Apalagi penyakit jantung disebut sebagai silent killer, karena hanya sedikit penderitanya yang menyadari bahwa mereka memiliki penyakit jantung dan akhirnya membunuh secara diam-diam.

Data dari Riset Dasar Kesehatan (Riskesdas) menyebutkan, prevalensi penyakit jantung koroner di Indonesia sebesar 0,5 persen pada 2013 meningkat menjadi 1,5 persen pada tahun 2018.

Bahkan kabarnya pada tahun 2023 penyakit ini akan terus meningkat, terlebih pada penyakit kardiovaskuler masih menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Disebutkan lebih lanjut, kondisi ini salah satunya dipicu oelh perubahan gaya hidup tidak sehat termasuk karena pola makan yang tidak seimbang.

 BACA JUGA:

Ketua Yayasan Jantung Indonesia Cabang Provinsi DKI Jakarta, Ir. Rolet Sinaga M.M. menjelaskan bahwa prevalensi penyakit jantung di DKI Jakarta saat ini masih termasuk tinggi, bahkan selama lima tahun terakhir angka prevalensinya di sekitar 1,9 persen.

 BACA JUGA:

“Masih banyak masyarakat yang belum sadar dengan kondisi kesehatan mereka masing-masing. Apalagi kalau sudah berkaitan dengan penyakit tidak menular seperti penyakit jantung,” ucap Rolet, saat ditemui pada acara Festival Jantung Sehat dan Donasi Kolesterol, di Jakarta International Equestrian Park, Jakarta, Sabtu (28/10/2023)

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement