PRODUK kecantikan di pasaran memang ada begitu banyak. Semuanya menawaran kualitas yang beragam demi satu tujuan, yakni kecantikan kulit.
Bukan saja dari Eropa, produk kecantikan pun ada yang berasal dari Israel dengan nama Ahava.
Produk ini memang cukup dikenal dengan khasiatnya dalam perawatan kulit. Salah satunya adalah masker lumpur.
Selain itu, ada pula pelembab, serum, dan pembersih yang diformulasikan untuk menutrisi dan merevitalisasi kulit. Merek ini berkomitmen terhadap praktik berkelanjutan, menggunakan bahan daur ulang dan kemasan ramah lingkungan.
Produk ini memang baru ditemukan lewat penjualan situs online dengan harga yang lumayan. Misalnya saja untuk mineral body lotion dibandrol seharga Rp90 ribuan hingga paling mahal nyari Rp2 jutaan yakni Ahava dead sea crystal osmoter fascial serum.
Sayang, produk Israel bernama Ahava kini termasuk salah satu produk yang diboikot. Sekedar informasi pula bahwa jaringan ritel John Lewis di Inggris memutuskan untuk memboikot produk kecantikan Ahava Dead Sea asal Israel. Aksi serupa telah lebih dulu dilakukan di sejumlah negara, antara lain Prancis dan Belanda.
Di Prancis, kampanye untuk memboikot Ahava telah memasuki fase baru dengan tak hanya memboikot tapi juga melakukan tindakan hukum terhadap jaringan ritel kosmetik Sephora yang menjalin kontrak dengan perusahaan itu.
Ahava memproduksi kosmetik di sebuah pabrik di permukiman Mitzpe Shalem yang ilegal di Tepi Barat. Wilayah ini adalah milik Bangsa Palestina. Mereka terusir dari wilayah itu dan kini dikuasai Israel untuk permukiman baru.
(Endang Oktaviyanti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.