KASUS cacar monyet alias mpox di Jakarta kini bertambah menjadi 8 kasus. Kementerian Kesehatan RI lantas meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup sehat demi pencegahan penularan.
Lantas, selain menular, apakah penyakit cacar monyet ini sangat berbahaya?
Cacar monyet merupakan penyakit yang dikategorikan berbahaya dan mudah menular karena dapat menular melalui percikan droplet.
BACA JUGA:
Penularan cacar monyet ini bisa terjadi melalui kontak erat manusia atau benda yang terkontaminasi dengan virus cacar monyet.
Penyakit ini termasuk penyakit zoonis yang artinya dapat menular dari hewan ke manusia.
“Penularan cacar monyet atau monkeypox ini bisa terjadi melalui darah, air liur, cairan tubuh serta ingus saluran pernafasan,” ujar Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Sekar Puspita, dilansir dari laman RSUD Tulungagung.
Ia menjelaskan, bahwa penyakit cacar monyet ini memiliki masa inkubasi 6-16 hari, namun juga bisa mencapai 5-21 hari. Penyakit ini memiliki gejala invasi serta masa infeksius.
Gejala invasi ini terjadi ketika pasien mengalami kondisi demam, flu, sakit kepala hebat, lemah, rasa sakit pada otot nyeri sendi serta nyeri punggung. Sementara itu, masa infeksius terjadi pada saat muncul ruam bintik berisi cairan.
BACA JUGA:
“Kita harus tetap waspada sebab penyakit ini bisa menular,” sambungnya.
Cacar monyet ini juga dapat menyebar melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi seperti monyet, tikus dan tupai atau melalui benda yang telah terkontaminasi virus.
Jika dilihat tingkat berbahayanya, cacar monyet ini masuk dalam kategori ringan, terkadang menyerupai cacar air dan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.