"Banyak orang yang akhirnya bertafakur, banyak orang yang menepi. Akhirnya lama-lama kan bisa didatangi banyak orang, ketika orang merasa sukses, akhirnya dibangun," kata Suwardono kepada MNC Portal Indonesia baru-baru ini.
Dari situlah akhirnya informasi mengenai keberhasil orang-orang yang selesai dari kawasan Gunung Kawi terus menyebar dari mulut ke mulut. Mereka yang berhasil juga kembali ke kawasan Gunung Kawi.
"Itu istilahnya bertafakur di sana, merasa berhasil usahanya itu entah dari situ atau karena entah giatnya berusaha, paling nggak kan punya ujar, saya akan kembali," ucapnya.
Dirinya juga mengaku tak tahu menahu sejak kapan keraton itu dibangun. Tapi ia memprediksi bangunan itu baru dan tidak punya kaitannya dengan sejarah masa Hindu Buddha, karena makam yang ada berarsitektur islam.