DINKES DKI Jakarta mengkonfirmasi adanya temuan kasus baru warga Ibu Kota yang terpapar monkeypox atau cacar monyet sejak beberapa waktu lalu. Saat ini terdapat tiga kasus cacar monyet di Indonesia.
Hal itu tentu saja sangat mengkhawatirkan, namun Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik (Alergi dan Imunologi) Prof. dr. Amin Soebandrio, Ph.D, Sp.MK (K) mengimbau masyarakat untuk tidak panik. sebab menurutnya kasus cacar monyet ini tidak seperti Covid-19.
"Kalau dilihat dari penularannya tidak secepat Covid-19 walaupun bisa lewat udara. Kalau kita tertular percikan air liur orang yang terinfeksi, tergigit hewan (liar), atau di kulit kita ada luka kemudian kontak tubuh dengan hewan yang sedang terinfeksi itu bisa tertular," kata Prof Amin saat ditemui MNC Portal di Mandaya Royal Hospital Puri, Jakarta, baru-baru ini.
"Tapi sekali lagi tidak seperti Covid-19 yang kalau terhirup langsung tertular dan paru-parunya kena, tidak seperti itu. Waspada tapi jangan panik," tuturnya.
Lantas perlukah seseorang yang melakukan aktivitas di luar menggunakan pakaian tertutup agar terhindar dari virus cacar monyet?
Terkait hal tersebut, Prof Amin mengatakan tidak perlu. Menurutnya langkah preventif yang bisa dilakukan dengan menghindari kontak dengan hewan liar.
"Tak hanya monyet, tapi juga hewan-hewan liar yang ada di sekitar kita. Jangan sampai dicakar digigit oleh hewan itu," katanya.