Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ditantang Menganyam Kertas Koran Bekas, Begini Reaksi Sandiaga Uno

Novie Fauziah , Jurnalis-Jum'at, 20 Oktober 2023 |06:13 WIB
Ditantang Menganyam Kertas Koran Bekas, Begini Reaksi Sandiaga Uno
Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Dok. Kemenparekraf)
A
A
A

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno ditantang menganyam produk kriya yang berasal dari limbah kertas dalam Workshop KaTa Kreatif Indonesia yang berlangsung di Bogor Creative Center, Jawa Barat, Kamis, 19 Oktober 2023.

Selain membutuhkan kertas koran bekas, bahan pendukung lainnya mudah sekali ditemui yaitu sebuah lidi. Mulanya kertas koran dilinting terlebih dahulu pada sebatang lidi sebanyak dengan jumlah yang diinginkan, kemudian masuk ke tahap menganyam.

Apabila sudah menjadi bentuk yang diinginkan seperti bentuk kotak tisu atau keranjang pakaian. Masuk ke tahap selanjutnya yakni coating menggunakan coating non-toxic. Di mana jenis coating ini aman dan ramah lingkungan, karena coating non-toxic berbahan dasar air dan tidak mengandung thinner.

Sandiaga mengakui, menganyam menggunakan kertas koran dan lidi memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi. Dalam prosesnya, harus dikerjakan secara teliti dan dibutuhkan keuletan dari pengrajin.

Menparekraf Sandiaga Uno

(Foto: Kemenparekraf)

"Maka kita selain tadi enggak boleh jadi 'rohali' (rombongan hanya lihat-lihat), harus jadi 'rojali' (rombongan yang jadi beli), dan 'rogana' (rombongan yang enggak pakai nawar-nawar) kalau beli produk ekonomi kreatif. Karena ternyata susah pembuatannya," kata Sandiaga, mengutip laman Kemenparekraf.

Produk kriya yang telah mendapat berbagai penghargaan salah satunya INACRAFT Award 2018 menunjukkan potensi ekonomi kreatif Kota Bogor yang patut diacungi jempol. Selain kriya, Kota Bogor juga terkenal dengan ragam kuliner yang menjamur di tiap sudut Kota Bogor, begitupun dengan subsektor fesyennya.

Besarnya potensi ekraf Kota Bogor membuat Sandiaga berharap kota dengan presiden kota hujan ini segera melakukan proses uji petik PMK3I (Penilaian Mandiri Kabupaten Kota Kreatif). Uji petik ini berguna untuk menetapkan subsektor ekonomi kreatif unggulan yang akan memperkuat posisi Kota Bogor sebagai Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia.

"Kita sudah mendapat komitmen dari Ibu Iceu (Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor) bahwa tahun depan Kota Bogor akan ikut proses uji petik dari subsektor yang akan diunggulkan untuk penetapan Kota Bogor sebagai kota kreatif," tuturnya.

Menparekraf Sandiaga Uno

(Foto: Kemenparekraf)

"Harapannya pada suatu saat Bogor bisa diajukan menjadi kota kreatif yang mendapat pengakuan dari UNESCO. Baru ada empat kota kreatif di Indonesia yang mendapat pengakuan UNESCO yaitu Ambon city of music, Bandung city of design, Jakarta city of literature, dan Pekalongan city of crafts and folk art. Mudah-mudahan Bogor bisa mengikuti jejak empat kota lainnya," tambah Sandiaga.

Salah satu pendiri Salam Rancage, Aling Nur Naluri, menceritakan awal mula didirikannya Salam Rancage sebagai inovasi yang dilakukan komunitas bank sampah. Dimana komunitas yang beranggotakan ibu-ibu berfikir untuk menghadirkan produk ekraf recycle yang memiliki nilai jual tinggi. Kemudian tercetuslah kerajinan dari limbah kertas.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement