5. Bisa berubah warna jadi merah
Karena melewati proses imigrasi dalam waktu yang cukup lama, salmon akan berubah warna menjadi merah, di mana pigmen dalam tubuhnya akan mengubah warna kulit mereka, akibat dari habisnya cadangan lemak.
Perubahan warna ini dapat terjadi karena faktor pigmen dalam tubuh salmon mengandung Astaxanthin atau penyakit kimia yang terjadi pada hewan dan buah-buahan.
Namun, dengan senyawa itulah yang membuat salmon memiliki manfaat bagi tubuh yaitu dapat mencegah diabetes melitus, melindungi dari radikal bebas, dan lainnya.
6. Terancam punah
Salmon juga mengalami ancaman kepunahan khususnya pada spesies salmon atlantik, karena rusaknya ekosistem sungai, perubahan alam, dan pembangunan bendungan sungai, yang dilakukan oleh manusia.
Akibatnya, salmon sulit untuk mendeteksi di mana mereka akan bertelur. Karena itu, salmon atlantik dilindungi oleh berbagai negara untuk menjaga tingkat populasi salmon tersebut.
Sedangkan salmon pasifik, diketahui mereka juga akan mati di saat mereka tidak mampu bertahan hidup di lautan. Sehingga, tubuh mereka akan menjadi makanan bagi para plankton dan telur-telur miliknya.
7. Salmon betina mampu hasilkan 8.000 telur
Beruang merupakan salah satu predator bagi salmon, di mana mereka akan menunggu ikan ini muncul ke permukaan. Tak hanya itu, salmon memiliki panjang sekitar 75 cm dengan beratnya yang mencapai 6 kg, dan memiliki sisik berwarna perak.
Selain itu dalam masa reproduksinya, salmon hanya dapat bertelur di air tawar. Sehingga, telur atau bayi tersebut akan menetas yang disebut Alevin. Uniknya, bayi salmon ini berwarna merah dan memiliki sebuah kantong yang menempel di tubuhnya.
(Foto: IG/@asfsalmon)
Salmon betina mampu menghasilkan sebanyak 8.000 telur, di mana salmon jantan akan datang untuk membuahi telur tersebut. Namun, tidak semua telur itu berhasil. Sehingga, untuk mendapatkan oksigen, telur salmon harus diletakkan di bawah kerikil, di sekitar air dingin dengan arus air yang baik.
8. Migrasi hal wajib bagi salmon
Setelah proses pembuahan, bayi salmon yang berusia 5 minggu akan tumbuh menjadi ikan kecil dengan panjang tubuhnya sekitar 2 cm. Dalam fase ini, bayi salmon akan belajar tentang alam liar dan mendeteksi bahaya.
Setelah dewasa atau berumur setahun, salmon akan berkumpul menjadi sebuah kelompok untuk melakukan perjalanan migrasi. Faktanya, salmon dapat hidup selama 2-7 tahun di lautan.
Hal ini bertujuan agar salmon dapat melepaskan telurnya di hulu sungai, yaitu lokasi yang baik bagi telur salmon, karena memiliki air yang bersih dan suasana tenang, serta jauh dari predator lainnya seperti bangau, anjing laut, dan manusia.
(Rizka Diputra)