SALMON adalah sejenis ikan yang termasuk dalam keluarga Salmonidae, yang mencakup ikan kembung, ikan arwana, dan lainnya. Memiliki jenis daging yang berwarna merah muda hingga orange, salmon memiliki citarasa dan nilai gizi yang tinggi.
Ikan salmon sangat diminati dalam dunia kuliner dan sering diolah dalam berbagai hidangan, seperti sushi, sashimi, serta hidangan lainnya.
Terdapat beberapa jenis salmon, seperti Salmon Atlantik yang berasal dari Samudera Atlantik, yang sering dibudidayakan untuk konsumsi.
Serta, Salmon Pasifik adalah ikan yang mencakup beragam spesies yang dapat ditemukan di sepanjang pantai barat Amerika Utara dan di wilayah utara Samudra Pasifik.
Mengandung sumber asam lemak Omega 3, protein berkualitas tinggi, dan nutrisi lainnya, ikan ini baik untuk kesehatan tubuh, terutama mendukung kesehatan jantung.
Mengutip channel YouTube Papaver Somnivera, berikut 8 fakta ikan salmon;
1. Dijuluki King of Fish
Salmon memiliki 8 spesies yang terdiri atas 7 salmon dari Samudera Pasifik dan 1 salmon dari Samudera Atlantik. Karena memiliki banyak spesies itu, salmon dikenal juga sebagai raja para ikan atau King of Fish.
(Foto: IG/@atlanticsalmonfishing)
Mereka dapat hidup di air tawar dan asin yang terus bermigrasi hingga ke hulu sungai untuk menitipkan telur-telur mereka. Terdapat 2 kelompok ikan yang juga melakukan imigrasi yaitu Katadromous, atau ikan yang bertelur dan lahir di air laut seperti ikan sidat.
Serta, kelompok Anadromus, yaitu ikan yang lahir di air tawar dan berimigrasi ke lautan, salah satunya adalah ikan salmon.
2. Punya kemampuan osmoregulasi
Salmon mampu beradaptasi di air asin dengan mengurangi zat garam berlebih dalam tubuhnya, yang dikeluarkan melalui insang dan urine untuk menjaga tubuhnya tetap seimbang.
Karena itu, mereka dikenal dengan kemampuan Osmoregulasi yang cukup penting dalam keberlangsungan hidupnya, terutama saat mereka berpindah dari air tawar ke air laut, sekaligus untuk mempertahankan kadar ion dan air pada salmon.
(Foto: IG/@atlanticsalmonfishing)
3. Salmon sangat hafal tempat kelahirannya
Uniknya, meski salmon tidak mengetahui siapa induk kandungnya, namun mereka mampu mengingat di mana mereka lahir karena memiliki memori. Bahkan, mereka mampu menemukan lokasi muara sungai, meskipun ikan-ikan itu harus berenang sejauh 50 km.
4. Proses imigrasi menuju hulu sungai
Dijuluki sebagai raja ikan, salmon akan melakukan perjalanan jauh atau migrasi pada saat musim gugur antara bulan September-November. Mereka akan menempuh jarak sekitar 2.500 km menuju laut maupun menuju lokasi di mana mereka dilahirkan.
Karena itu, mereka dikenal sebagai perenang yang andal. Bahkan, mereka mampu untuk melawan arus alir, menahan luka, dan bertahan dari predator. Hal ini dilakukan agar mereka dapat tiba di hulu sungai untuk bertelur, sehingga telur tersebut dapat berkembang menjadi bibit ikan yang baik.
Faktanya, bagi salmon setelah melepaskan telurnya di hulu sungai, maka baik salmon betina dan jantan akan mati karena kehabisan tenaga dan cadangan lemak saat proses imigrasi itu.
5. Bisa berubah warna jadi merah
Karena melewati proses imigrasi dalam waktu yang cukup lama, salmon akan berubah warna menjadi merah, di mana pigmen dalam tubuhnya akan mengubah warna kulit mereka, akibat dari habisnya cadangan lemak.
Perubahan warna ini dapat terjadi karena faktor pigmen dalam tubuh salmon mengandung Astaxanthin atau penyakit kimia yang terjadi pada hewan dan buah-buahan.
Namun, dengan senyawa itulah yang membuat salmon memiliki manfaat bagi tubuh yaitu dapat mencegah diabetes melitus, melindungi dari radikal bebas, dan lainnya.
6. Terancam punah
Salmon juga mengalami ancaman kepunahan khususnya pada spesies salmon atlantik, karena rusaknya ekosistem sungai, perubahan alam, dan pembangunan bendungan sungai, yang dilakukan oleh manusia.
Akibatnya, salmon sulit untuk mendeteksi di mana mereka akan bertelur. Karena itu, salmon atlantik dilindungi oleh berbagai negara untuk menjaga tingkat populasi salmon tersebut.
Sedangkan salmon pasifik, diketahui mereka juga akan mati di saat mereka tidak mampu bertahan hidup di lautan. Sehingga, tubuh mereka akan menjadi makanan bagi para plankton dan telur-telur miliknya.
7. Salmon betina mampu hasilkan 8.000 telur
Beruang merupakan salah satu predator bagi salmon, di mana mereka akan menunggu ikan ini muncul ke permukaan. Tak hanya itu, salmon memiliki panjang sekitar 75 cm dengan beratnya yang mencapai 6 kg, dan memiliki sisik berwarna perak.
Selain itu dalam masa reproduksinya, salmon hanya dapat bertelur di air tawar. Sehingga, telur atau bayi tersebut akan menetas yang disebut Alevin. Uniknya, bayi salmon ini berwarna merah dan memiliki sebuah kantong yang menempel di tubuhnya.
(Foto: IG/@asfsalmon)
Salmon betina mampu menghasilkan sebanyak 8.000 telur, di mana salmon jantan akan datang untuk membuahi telur tersebut. Namun, tidak semua telur itu berhasil. Sehingga, untuk mendapatkan oksigen, telur salmon harus diletakkan di bawah kerikil, di sekitar air dingin dengan arus air yang baik.
8. Migrasi hal wajib bagi salmon
Setelah proses pembuahan, bayi salmon yang berusia 5 minggu akan tumbuh menjadi ikan kecil dengan panjang tubuhnya sekitar 2 cm. Dalam fase ini, bayi salmon akan belajar tentang alam liar dan mendeteksi bahaya.
Setelah dewasa atau berumur setahun, salmon akan berkumpul menjadi sebuah kelompok untuk melakukan perjalanan migrasi. Faktanya, salmon dapat hidup selama 2-7 tahun di lautan.
Hal ini bertujuan agar salmon dapat melepaskan telurnya di hulu sungai, yaitu lokasi yang baik bagi telur salmon, karena memiliki air yang bersih dan suasana tenang, serta jauh dari predator lainnya seperti bangau, anjing laut, dan manusia.
(Rizka Diputra)