Menariknya, setelah menjalani hidup tanpa uang selama dua tahun, Mark merasa itulah titik hidupnya yang paling memuaskan dalam hidup. Ia mempunyai lebih banyak teman di komunitas, tidak pernah sakit sejak memulai hidup tanpa uang, dan merasa lebih bugar daripada sebelumnya.
Sampai akhirnya, pada tahun 2017, Mark memutuskan untuk membawa gaya hidup minimalisnya ini ke tingkat yang lebih tinggi dengan berhenti menjalani gaya hidup dengan kenikmatan industrialisasi.
Menjalani aktivitasnya sehari-hari, Mark mencoba menghindari sebagian besar teknologi yang biasa dinikmati sehari-hari, contohnya mulai dari aliran listrik dan air mengalir, radio dan internet, dan kembali ke gaya hidup yang lebih sederhana.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.