MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno melantik sejumlah pejabat di lingkungan Kemenparekraf. Ia berharap para pejabat yang baru dilantik dapat mengakselerasi dan menggerakkan sektor parekraf, khususnya dalam memenuhi target mobilisasi wisatawan nusantara 1,2 hingga 1,4 miliar pergerakan pada 2023.
Upacara pelantikan berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman Kemenparekraf, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Jumat (13/10/2023), dihadiri sejumlah pejabat eselon I dan II Kemenparekraf.
Para pejabat yang dilantik Sandiaga meliputi Adyatama Kepariwisataan dan Ekraf Ahli Utama Kemenparekraf, Noviendi Makalam; Direktur Politeknik Pariwisata Bali, Ida Bagus Putu Puja; Direktur Destinasi Pariwisata Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB), Neysa Amelia; dan Direktur Pemasaran Pariwisata BPOB, Harfiansa Bimantara.
BACA JUGA:
Selanjutnya Kepala Divisi Aksesibilitas dan Infrastruktur BPO Danau Toba, Malida Girsang; Kadiv Aksesibilitas dan Infrastruktur BPOB, Veronika Juwita Hapsari; Kadiv Pengembangan Bisnis Pariwisata BPOLBF, Yoserizal; dan Kadiv Pemasaran Pariwisata Mancanegara BPOLBF, Shesar Adriawan.
Terakhir Kasubbag Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Politeknik Pariwisata Palembang, Wisanggeni Agus Priyanto.
Ilustrasi traveling
Dalam amanatnya, Sandiaga sangat mengharapkan agar para pejabat publik dapat memberikan kontribusi nyata bagi negeri. Salah satunya melalui penciptaan lapangan kerja dan tentunya menggerakkan sektor pariwisata yang baru saja bangkit dari pandemi.
"Saya sangat optimistis karena target-target di akhir tahun ini kelihatannya semua sudah dapat tercapai. Tapi ada beberapa target yang perlu penguatan. Dan salah satunya adalah pariwisata nusantara," kata Sandiaga.
BACA JUGA:
Data menunjukkan pada Agustus 2023 kunjungan wisatawan mancanegara sudah mencapai angka 7,4 juta. Dengan pencapaian ini, terlihat bahwa akhir tahun kunjungan wisatawan mancanegara akan meningkat 20 persen atau diproyeksi mampu mencapai di atas 10 juta pergerakan.
Namun di sisi lain, kunjungan wisatawan nusantara per Juni 2023 masih di bawah 500 juta pergerakan. Sementara tahun ini Kemenparekraf diberi target pergerakan wisnus harus di atas 1 miliar pergerakan.
"Ini yang perlu kita sosialisasikan, kita masifkan, dan kita pastikan cara perhitungannya yang tepat agar kebangkitan ini bisa memberikan dampak yang luas bagi masyarakat," kata Sandiaga.

Menurut Sandiaga upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan pariwisata yang berkualitas melalui pengemasan sebuah perjalanan yang mengesankan bagi wisatawan. Hal ini akan membuat mereka mau tinggal atau menginap lebih lama sehingga berdampak pada ekonomi lokal, UMKM terberdayakan. Namun tentunya harga tiket perlu ada relaksasi agar lebih terjangkau.
"Itu menjadi tantangan untuk kita pastikan solusinya di dua bulan terakhir sebelum tutup tahun," ujar Sandiaga.
Karenanya, ia menekankan agar seluruh pejabat di Kemenparekraf harus mampu bekerja secara cepat dan bekerja secara tepat. Juga adaptif, inovatif, dan kolaboratif dalam koridor akuntabilitas.
"Cepat tapi nggak ngawur, cepat tapi bisa dipercaya secara teratur, dan tentunya setiap pekerjaan yang dilakukan harus bisa dipertanggungjawabkan. Kita harus pastikan bahwa program-program yang telah dirancang di awal tahun tuntas sesuai target, bahkan lebih menjelang akhir tahun ini," kata Sandiaga.
(Salman Mardira)