"Dari kami oke, misal hanya menyediakan fasilitas untuk pemindahan misalnya membawa ambulans yang sesuai, ada ventilator dan sebagainya, lalu mencari rujukan, tapi kondisi anak tidak memungkinkan. Jika itu dipaksa siapa yang menanggung? Dari hari pertama sampai hari ketiga setelah operasi masih kejang berulang, dan memang kondisinya tidak memungkinkan untuk dibawa," sambung dia.
dr Nidya menyebutkan dugaan mati batang otak memang menjadi salah satu faktor risiko operasi amandel. Namun, hal ini bukan menjadi satu-satunya penyebab.
"Bisa jadi bukan dari operasi amandelnya sendiri, itu kan mungkin ada yang dari lain-lainnya, apa sih risiko penyebab mati batang otak, itu biasanya juga akibat oksigenasi tadi," pungkasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)