KUALITAS udara di Jakarta memang belum sepenuhnya membaik. Tidak heran jika masih banyak sekali anak-anak yang terkena Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) Berdasarkan penuturan Dokter Spesialis Anak, dr. Madeleine Ramdhani Jasin, Sp.A(K) sampai saat ini masih banyak sekali anak-anak hingga orangtua yang ke rumah sakit untuk berobat karena mengalami ISPA.
"Saya kerja di rumah sakit, itu tuh IGD penuh dengan anak-anak dengan demam batuk pilek. Sampai waiting list," tutur Madeleine, saat acara Media Talk : Waspadai Gejala ISPA pada Anak dan Keluarga, di Kantor Kemen PPPA, Selasa (26/9/2023).
Madeleine juga menuturkan hal tersebut bukan hanya dialami oleh rumah sakit tempatnya bekerja saja. Ketika dirinya bertanya pada rekan dokter yang bekerja di rumah sakit lain, ternyata banyak juga pasien yang datang akibat ISPA.
Tingginya kasus ISPA ini tentu tidak boleh kita sepelekan. Kita harus bergegas membenahi kualitas udara di Indonesia agar anak-anak mendapatkan haknya untuk hidup yang layak, yakni hidup di lingkungan yang bersih. Hal ini sesuai dengan Konvensi PBB untuk Hak-Hak Anak pasal 24 dan pasal 25.
Untuk itu, Amurwani Dwi Lestariningsih selaku Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Kesehatan dan Pendidikan Kemen PPPA mengajak para orangtua meningkatkan kualitas hidup sehat bersama anak. Hal ini guna mengurangi terjadinya ISPA pada anak.
1. Pola asuh yang tepat

Berdasarkan Amurwani Dwi Lestariningsih, keluarga wajib memberi pola asuh yang benar dengan meningkatkan pemberian gizi yang baik kepada anak. Sebab dengan memberikan gizi yang cukup, tandanya anak-anak akan memiliki daya tahan tubuh yang kuat.
"Pola asuh menjadi penting terkait dengan apa yang harus dikonsumsi oleh anak sesuai dengan tingkatan umur dan kebutuhannya," tutur Amurwani.
Di samping itu, anak-anak juga harus mencuci tangan secara rutin ketika selesai bermain atau beraktivitas. Cara ini mengurangi kotoran yang ada di tangan menempel ke mulut atau terhirup oleh hidung. Sebab, jika virus dan bakteri yang ada di tangan terhirup oleh hidung dan masuk ke dalam tubuh, maka bisa terkena ISPA dan penyakit lainnya.
2. Pemenuhan ASI untuk anak
Para ibu wajib memberikan ASI pada anak-anaknya yang batu lahir. Sebab, ASI memiliki banyak gizi dan nutrisi yang baik pada anak 0-6 bulan.
"Supaya dia benar benar mendapatkan kualitas nutrisi yang baik yaitu dari ASI. Ternyata banyak penelitian menyampaikan nutrisi yang paling baik yang harus didapatkan oleh anak-anak," kata Amurwani.
3. Orangtua tidak boleh merokok
Amurwani menyampaikan orangtua yang merokok bisa menyebabkan anak-anak menjadi stunting. Sebab orangtua jadi menggunakan uangnya untuk membeli rokok dibanding membeli makanan bernutrisi.
"Rokok menjadikan anak menjadi stunting ketika keluarga itu mengonsumsi rokok akan menghabiskan uang yang seharusnya buat beli nutrisi yang cukup mahal untuk membeli rokok," tutur Amurwani.
Selain itu, seperti yang telah kita ketahui jika asap rokok juga akan membahayakan kesehatan manusia, baik yang merokok maupun hanya yang menghirup asap rokok.