Perjanjian Tumbang Anoi tidak berlangsung begitu saja. Dibutuhkan waktu tiga tahun untuk mengumpulkan seluruh Suku Dayak sehingga mereka setuju untuk berdamai. Dana yang dibutuhkan juga sangat besar.
Damang Batu sebagai tokoh Dayak menyanggupi menjadi tuan rumah dari pertemuan tersebut. Dia melakukan banyak persiapan seperti membuka lahan pertanian, menyediakan 60 ekor kerbau, ratusan sapi, babi, ayam, dan hasil panen lainnya.
Masyarakat Dayak melihat Damang Batu sebagai orang yang berwawasan luas. Sehingga mereka setuju untuk datang ke kediaman Damang Batu untuk membicarakan perjanjian perdamaian.
Perjanjian Tumbang Anoi berlangsung selama tiga bulan lamanya. Dari situ masyarakat Dayak mulai menghentikan kegiatan berburu kepada manusia.
Demikian alasan suku Dayak berhenti berburu kepala.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.