Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

10 September Hari Pencegahan Bunuh Diri, Kenali 8 Gejala Seseorang Tak Ingin Hidup Lagi

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Minggu, 10 September 2023 |09:08 WIB
10 September Hari Pencegahan Bunuh Diri, Kenali 8 Gejala Seseorang Tak Ingin Hidup Lagi
Hari pencegahan bunuh diri. (Foto: Freepik)
A
A
A


HARI Pencegahan Bunuh Diri Internasional diperingati setiap tanggal 10 September. Hari Pencegahan Bunuh Diri Internasional masih diperingati sebab angka bunuh diri di dunia masih tinggi, seperti di negara Jepang, Korea, dan lainnya.

Menurut WHO, bunuh diri terjadi di suatu tempat di dunia setiap 40 detik. Sekitar 800.000 orang meninggal setiap tahun karena bunuh diri. Oleh karena itu kita harus bersama-sama mencegah orang untuk melakukan tindakan bunuh diri

 bahaya depresi

Nah, sejatinya kebanyakan orang yang mau bunuh diri sudah menunjukkan gejala mau bunuh diri. Setiap orang dapat menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Oleh karena itu kita sebagai teman, kerabat, saudara wajib lebih peka terhadap gejala bunuh diri.

Diikutip dari Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, berikut ini sejumlah gejala bunuh diri yang wajib diketahui.

1. Membicarakan keinginan bunuh diri

Seseorang berkata tentang:

Keinginan untuk bunuh diri atau mengakhiri hidup

Membicarakan kematian; ingin pergi jauh/selama-lamanya

Merasa tidak ada harapan; putus asa

Tidak ada alasan untuk hidup

Merasa menjadi beban bagi orang lain

Merasa terjebak

Merasa tidak kuat menahan sakit

 BACA JUGA:

2. Membenci dan menghujat diri sendiri

Perhatikan jika seseorang terus-menerus mengeluarkan perasaan negatif terhadap diri sendiri, seperti:

Malu

Merasa bersalah

Hancur, rusak, atau ternoda

Tidak berguna

Kesepian atau sendirian

Menjadi beban bagi orang lain

Orang-orang yang merasa memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah juga lebih rentan untuk memiliki pemikiran bunuh diri

3. Mencari cara mematikan untuk bunuh diri

Perhatikan jika seseorang tampak merencanakan untuk bunuh diri atau mencari cara yang mematikan untuk bunuh diri, seperti:

 Mencari akses terhadap senjata tajam, senjata api, atau racun mematikan.

Mencari tempat tinggi yang dapat digunakan untuk percobaan bunuh diri.

Mencari cara bunuh diri yang paling cepat atau tidak menyakitkan, terutama di internet

4. Mengatur segala hal untuk ditinggalkan

Perhatikan jika seseorang:

Menulis surat pribadi yang mengandung pesan tersirat, atau langsung menulis surat bunuh diri atau surat wasiat.

Menjual atau memberikan benda-benda kesayangan, koleksian, atau yang berharga kepada orang lain.

Mengatur sendiri proses kematiannya, seperti memesan lahan makam atau membeli peti mati, dengan atau tanpa sepengetahuan orang-orang di sekitarnya.

5. Mengucapkan perpisahan

Perhatikan jika seseorang meninggalkan pesan perpisahan kepada orang-orang yang disayanginya, dengan memberikan kesan seolah-olah ia tidak akan bertemu lagi, misalnya:

Mengatur untuk bertamu atau mengadakan pertemuan secara mendadak untuk mengucapkan perpisahan.

Menelepon pesan-pesan perpisahan kepada orang yang dianggap berharga.

Mengucapkan perpisahan di akun media sosial

Menghapus profil atau akun media sosial secara tiba-tiba

Menulis surat bunuh diri

6. Menarik diri dari orang lain

Perhatikan jika seseorang:

Menarik diri dari orang lain (perlahan-lahan atau tiba-tiba)

Tidak aktif secara mendadak dalam lingkaran pertemanan, organisasi, atau komunitas

Meningkatnya keinginan untuk menyendiri

Menolak atau menghindar untuk dihubungi

7. Perilaku merusak diri sendiri

Perhatikan jika seseorang:

Menggunakan narkoba atau menyalahgunakan zat adiktif lainnya

Menjadi peminum alkohol secara berlebihan atau pemabuk

Melukai diri sendiri (self-harm)

Berbuat sembrono atau ekstrem

8. Perubahan fisik dan mood yang drastis

Perhatikan jika seseorang memiliki gejala seperti:

Tidur terlalu banyak atau sedikit

Perubahan pola makan yang ekstrem; Menjadi sangat kurus atau sangat gemuk

Menjadi agresif; mudah marah

Merasa lelah atau letih terus-menerus

Menangis tiba-tiba

Depresi

Mudah cemas

Kehilangan semangat hidup

Jika ada berbagai gejala itu, ajak korban untuk konseling ke psikolog atau psikiater untuk mendapatkan bantuan. Jangan sampai seseorang bunuh diri dan meninggal sia-sia. Mari kita bantu orang lain agar hidup jadi lebih berarti.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement