Menurut Ethnic Jewels Magazine, tarian Zaouli diiringi oleh musik drum, seruling, dan instrumen lainnya. Pada awalnya, penari memberi tempo ketukan drum dengan menggunakan benda seperti pom-pom.
Tarian ini menuntut keterampilan fisik yang tinggi, dan penari melakukan semacam duel dengan penonton. Penari harus menunjukkan bakat, orisinalitas, dan ketangkasannya dengan melakukan langkah tarian yang tidak boleh diulang.
Tubuh bagian atas hampir tidak bergerak, sementara tungkai dan kaki menciptakan tontonan yang memukau

Meskipun selalu dibawakan oleh pria, tari Zaouli mewakili kecantikan feminim. Tarian ini dianggap sebagai pemersatu antar desa, dan acara ini memastikan bahwa tarian ini dianggap sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.
Pada tahun 2017, Tari Zaouli diakui sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.